Bernardinelli-Bernstein, Komet Raksasa di Tata Surya Bagian Dalam yang Hebohkan Jagat Astronomi

Megakomet atau komet raksasa sedang bergerak memasuki tata surya bagian dalam dan menghebohkan jagat astronomi

Editor: Agung Ismiyanto
Huffington Post/Tribunnews.com
Hujan meteor 

Komet raksasa yang satu ini diketahui mengelilingi Matahari dengan periode sangat panjang (~3 juta tahun), aphelion 40.000 SA dan perihelion hanya 10,95 SA. Sementara, magnitudo mutlaknya +7,8 sehingga 2014 UN271 berdiameter 100 s/d 200 km. Obyek dari awan komet Opik-Oort pada dasarnya adalah sebuah kometisimal (bakal intikomet), sehingga 2014 UN271 merupakan salah satu intikomet terbesar. Mungkin setara atau bahkan lebih besar dari intikomet Sarabat (C/1729 P1) yang ~100 km.

4. Tak berpotensi tabrakan

Disampaikan Marufin, saat ini 2014 UN271 masih lebih jauh ketimbang Uranus, namun sudah memperlihatkan tanda-tanda aktivitas komet yang khas. Satu dekade ke depan, 2014 UN271 akan tiba di titik perihelionnya yang setara dengan jarak Matahari-Saturnus. "Tak ada potensi tumbukan dengan planet apapun," ucap dia.

5. Ketampakannya sangat redup

Lebih lanjut, meskipun saat ini sedang dalam perjalanan memasuki tata Surya bagian dalam, tetapi Komet 2014 UN271 juga bakal sangat redup. Bahkan, kecerlangannya hanya seterang Pluto sehingga butuh teleskop berdiameter minimal 200 mm untuk mengamatinya. Namun bagi jagat astronomi, kata dia, tibanya 2014 UN271 di titik perihelion menyajikan kesempatan emas guna mengeksplorasi benda langit purba yang masih mengandung jejak-jejak tumbuh kembangnya tata surya kita sedari awal. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terbesar Sepanjang Sejarah Manusia, Komet Raksasa Masuki Tata Surya Bagian Dalam”

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved