Tempat Berburu Spot Foto, Mari Mengenal Sejarah Situs Warungboto

Situs Warungboto merupakan satu destinasi wisata sejarah yang kian populer dan menjadi buruan spot foto bagi kaum milenial

Editor: Agung Ismiyanto
Tribun Jogja
Situs Warungboto 

TRIBUNJOGJA.COM - Situs Warungboto merupakan satu destinasi wisata sejarah yang kian populer dan menjadi buruan spot foto bagi kaum milenial. Hal tersebut bermula dari foto pre-wedding putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu bersama Bobby Nasution yang tersebar di Instagram.

Sebelumnya setelah dipugar oleh pengeola setempat, Situs Warungboto telah diresmikan menjadi destinasi wisata sejarah di Kota Yogyakarta. Berada di jalan Veteran, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, situs ini sejatinya adalah sebuah pesanggrahan.

Berdasarkan data dari Balai Peletarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta, pesanggrahan yang dibangun oleh Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki fungsi sebagai tempat peristirahan keluarga kerajaan.

Karena fungsinya berkaitan dengan kenyamanan dan ketenangan, pada umumnya pesanggrahan dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, kebun. Fasilitas serupa juga bisa ditemukan di pesanggrahan Rejawinangun.
Berdasarkan indentifikasi BPCB DIY, pesanggrahan ini dibangun menggunakan batu bata.

Pesanggrahan dibangun di sisi barat dan timur sungai Gajah Wong dan membujur dari arah barat ke timu
Kompleks pesanggrahan terdiri dari pagar keliling dan bangunan pesanggarahan. Ada dua bagian pesanggrahan, yakni sisi barat dan timur. Bangunan sisi barat merupakan kompleks bangunan berkamar dengan halaman berteras dan kolam pemandian yang airnya berasal dari mata air (umbul).

Kolam pertama berbentuk lingkaran berdiameter 4,5 meter dan bagian tengahnya memiliki sumber pancuran air atau umbul. Situs Warungboto yang berada di jalan Veteran, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Sementara, kolam kedua berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sisi 10 meter x 4 meter. Kedua kolam itu saling berhubungan. Untuk saat ini pengunjung belum dikenakan tarif untuk berwisata dan hanya dikenakan tarif parkir sebesar Rp3 ribu per motor.

Wisatawan yang berkunjung, harus mentaati sejumlah aturan yang ada, yakni dilarang memanjat bangunan situs, menjaga kebersihan, dan dilarang mencoret-coret tembok situs. (*)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved