Menilik Sejarah Kerajinan Kulit dan Natah Timbul di Manding

Banyak sekali kerajinan dari kulit yang ditawarkan, mulai dari aksesoris, tas, jaket, sepatu, dan lain-lain di sentra kerajinan kulit Manding

Editor: Santo Ari
Tribun Jogja
Ketua Pokdarwis Manding, Jumakir mencontohkan pembuatan kerajinan kulit, Kamis (15/04/2021) 

Pelatihan membuat gantungan kunci, dompet, tempat pensil dari kain perca

- Bahan baku kain perca

- Setiap 1 kelompok terdiri dari 10 anak akan didampingi 1 instruktur

- Biaya administrasi Rp400.000

- Durasi  1 sampai 3 jam

- Hasil praktik bisa dibawa pulang

Pelatihan Natah Timbul 

- Setiap kelompok maksimal 5 orang

- Bahan baku kulit dan peralatan disediakan

- Durasi 1 sampai 3 jam

-  Adminitrasi Rp300.000

- Pelatihan  samapi 3 hari, dari pukul 08.00 hingga 16.00, biaya Rp600.000 per hari

Selain membuat kerajinan, Desa Wisata Manding juga menyuguhkan wisata budaya. Namun hal itu disesuikan dengan permintaan dari pengunjung.

Rute

Untuk menuju Desa Wisata Manding cukup mudah. Dari pusat kota Yogyakarta menuju ke Jalan Parangtritis sekitar 10 km. Kemduain setelah sampai di simpang empat Manding belok kanan. Ada gapura yang akan menyambut sebelum memasuki Manding. Waktu tempuh sekitar 30 menit.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyebut Manding adalah sentra kerajinan kulit terbesar di Manding. Banyak wisatawan yang datang untuk berbelanja.

"Dari desa wisata lain, kunjungan tertinggi memang di Manding. Karena di Manding lebih ke wisata belanja. Banyak sekali wisatawan yang dtang khusus untuk belanja kerajinan kulit,"ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved