Beribadah Sambil Mengenang Jasa Pahlawan di Masjid Syuhada

Masjid Syuhada merupakan masjid pemberian Presiden Soekarno pada para pejuang kemerdekaan yang bertempur di Yogyakarta.

Editor: Santo Ari
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Masjid Syuhada di Jl. I Dewa Nyoman Oka No. 13 Kotabaru, Gondokusuman Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Yogyakarta terkenal dengan banyaknya masjid bersejarah. Baik itu masjid yang dibangun oleh Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ataupun masjid bersejarah lainnya.

Salah satu masjid bersejarah di Kota Yogyakarta adalah Masjid Syuhada yang terletak di Jl. I Dewa Nyoman Oka No. 13 Kotabaru, Gondokusuman Yogyakarta.

Dilansir dari laman Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Masjid Syuhada merupakan masjid pemberian Presiden Soekarno pada para pejuang kemerdekaan yang bertempur di Yogyakarta.

Sesuai dengan namanya, Syuhada, berarti pahlawan. Masjid ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat muslim pada umumnya dan secara khusus memberi penghargaan kepada masyarakat muslim di Yogyakarta yang banyak berjuang untuk bangsa dan negara Indonesia.

Lebih dari itu, Masjid Syuhada dimaksudkan sebagai monumen guna memperingati para pahlawan yang gugur syahid mempertahankan proklamasi kemerdekaan RI.

Tak hanya itu, Masjid Syuhada juga terkenal dengan sebutan masjid nasionalis, hal ini digambarkan dalam bagian-bagian penting bangunan seperti 17 anak tangga di bagian depan, delapan segi tiang gapuranya dan empat kupel bawah serta lima kupel atas.

Keseluruhan bangunan terdiri tiga lantai, di lantai paling bawah dipergunakan untuk ruangan kuliah, dilengkapi 20 jendela yang diharapkan menjadi peringatan atas 20 sifat Allah SWT.

Di lantai dua untuk ruang shalat bagi kaum perempuan, terdapat dua tiang yang seolah-olah menyangga bangunan yang menggambarkan dua buah iktikad manusia.

Sedang di lantai tiga sebagai ruang shalat utama, termasuk shalat Jumat di mihrabnya terdapat lima lubang angin yang memberi gambaran sekaligus mengingatkan kepada masyarakat muslim rukun Islam.

Di era pandemi Covid-19 saat ini, Ramadan pun diselenggarakan dengan cara kebiasaan baru. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, berbagai protokol kesehatan juga diterapkan di Masjid Syuhada.

Masjid dilengkapi dengan hand sanitizer menerapkan pengecekan suhu badan dan membatasi kuota tempat ibadah sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan.Jemaah yang datang beribadah pun harus memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved