Walikota Yogyakarta Terbitkan Surat Edaran Terkait Kegiatan Ibadah Ramadan  

SE Walikota Yogyakarta tersebut mengatur kegiatan ibadah Ramadan di masjid maupun musala hingga kegiatan buka bersama.

Editor: Santo Ari
Money SHARMA / AFP
Ilustrasi umat Islam beribadah ke Imasjid 

TRIBUNJOGJAWIKi.COM, YOGYA - Ramadan tahun ini masih dijalani di tengah pandemi Covid-19 seperti tahun sebelumnya. Umat Islam pun diimbau untuk tetap berhati-hati dalam menjalankan ibadah puasa.  

Agar Ramadan tetap berjalan sesuai protokol kesehatan, Pemerintah Kota Yogyakarta menerbitkan Surat Edaran (SE) Walikota nomor 451/1353/SE/2021 tentang pedoman penyelenggaraan kegiatan ibadah Ramadan dan Salat Idul Fitri 1442 H di Kota Yogyakarta pada masa pandemi Covid-19.

SE Walikota Yogyakarta tersebut mengatur kegiatan ibadah Ramadan di masjid maupun musala hingga kegiatan buka bersama.

SE Walikota tersebut di antaranya mengatur ketentuan ibadah Ramadan di masjid atau musala. Masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah seperti salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Al Quran dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas.

Selain itu masjid atau musala harus menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah. Pengajian atau ceramah atau kultum Ramadan dengan durasi paling lama 15 menit.

Pengurus masjid wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan ke seluruh jamaah.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan bahwa hingga hari Rabu (14/4/2021) pihaknya tidak mendapatkan laporan tentang pelanggaran penyelenggaraan ibadah Ramadan

Ia menyatakan, selama ini hampir semua masjid di Kota Yogyakarta sudah menjalankan salat fardu lima waktu dengan pembatasan dan protokol kesehatan.

“Jadi ketentuan ibadah Ramadan di masjid-masjid bukan sesuatu yang baru. Artinya ketika dilaksanakan salat tarawih berjamaah bukan sesuatu yang baru bagi takmir masjid di Yogya," jelasnya.

Selain itu, SE Walikota juga mengatur agar masyarakat dapat melakukan sahur dan buka puasa di rumah masing-masing.

Dalam kegiatan buka puasa bersama dapat dilaksanakan, tapi wajib mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

Tak ada pelarangan dalam melakukan ibadah buka bersama di tempat tertentu, seperti kafe ataupun restoran. Namun demikian, sesuai dengan aturan PPKM, penyedia jasa makanan seperti restoran wajib menerapkan maksimal 50 persen dari kapasitas.

Sementara itu terkait Pasar Ramadan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh kemantren di Kota Yogyakarta dan berpesan agar seluruh kemantren harus selektif dalam perizinan pasar Ramadan agar tidak banyak titik pasar Ramadan.

Jumlah pedagang dibatasi, jarak antar lapak minimal 5 meter dan layanan drive thru agar tidak ada kerumunan. Jika dimungkinkan dilakukan perubahan rute menjadi satu arah.

"Selama semua disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan baik, semua aktivitas dimungkinkan jalan. Yang penting tidak menimbulkan kerumunan," pungkasnya.(*)
 

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved