Gondola Wisata di Lereng Gunung Merapi Klaten, Melintas di Jurang sedalam 150 meter

Gondola wisata itu dipasang di atas sling baja sepanjang 120 meter yang membentang di atas jurang yang menghubungkan Dukuh Girpasang dan Dukuh Ngringi

Editor: Santo Ari
Tribun Jogja
Seorang pengunjung melihat dari dekat penampakan gondola wisata di Desa Tegamulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Sabtu (10/4/2021). 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, KLATEN - Kereta gantung atau gondola wisata resmi hadir di lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pembangunan gondola tersebut memakan waktu hingga empat bulan lamanya mulai akhir Desember 2020 hingga awal April 2021.

Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno mangatakan jika pembangunan kereta gantung atau biasa disebut warga sekitar gondola itu menggunakan dana desa (DD) tahun 2020 dengan biaya Rp180 juta.

"Semoga dengan adanya ini, arus lalu lintas dari dukuh Girpasang ke dukuh Ngringin dan sebaliknya bisa terbantu dan lebih aman," ucapnya saat berbincang dengan Tribun Jogja di lokasi gondola berada, Sabtu (10/4/2021).

Ia mengatakan, mimpi warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten untuk memiliki kereta gantung atau gondola yang lebih representatif akhirnya terwujud.

Pasalnya, selama ini kereta gantung atau gondola yang ada di desa itu menghubungkan Dukuh Girpasang dan Dukuh Ngringin hanya menggunakan gondola barang.

Tidak jarang gondola barang itu juga dinaiki oleh warga setempat karena menghemat waktu, tenaga dan jarak tempuh jika ingin berpergian.

Sebagai gambaran, Dukuh Girpasang dan Dukuh Ngringin berada di lereng gunung Merapi. Dua dukuh ini di pisahkan oleh jurang sedalam 150 meter dan lebar 120 meter.

Sebelum adanya gondola barang, arus lalu lintas utama dari Dukuh Girpasang ke Dukuh Ngringin dan sebaliknya adalah menuruni dan menaiki seribuan anak tangga di jurang sedalam 150 meter tersebut.

Warga pun akhirnya lebih memilih untuk 'uji nyali' dengan menumpangi gondola barang tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Tak hanya itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Tegalmulyo juga tidak sedikit mencoba sensasi menaiki gondola barang itu.

Mempertimbangkan faktor keamanan dan minat wisatawan akan hadirnya gondola itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalmulyo pada tahun 2020 akhirnya menganggarkan dana khusus untuk membangun gondola yang lebih representatif dan aman untuk manusia.

Setelah melaksanakan pembangunan sekitar empat bulan, gondola yang diperuntukan untuk mengangkut manusia yang menghubungkan Dukuh Girpasang dan Dukuh Ngringin di desa itu akhirnya resmi beroperasi, Sabtu (10/4/2021).

Ia mengatakan, gondola wisata itu dipasang di atas sling baja sepanjang 120 meter yang membentang di atas jurang yang menghubungkan Dukuh Girpasang dan Dukuh Ngringin.

Kemudian, lanjut Sutarno, gondola itu juga bisa mengangkut beban hingga 17 ton dalam satu kali perjalanan.

Gondola baru tersebut juga memiliki tampilan yang lebih menarik dari gondola barang sebelumnya yang pernah ada.

Adapun gondola barang sebelumnya hanya berbentuk persegi panjang dengan lebar sekitar satu meter dan panjang 2 meter dan hanya bisa ditumpangi dua orang saja.

Sementara gondola baru ini berbentuk segi empat dengan lebar sekitar 2x2 meter dan bisa ditumpangi oleh 4 orang.

Disinggung terkait pengoperasian gondola itu, kata Sutarno, menggunakan dinamo dan arus listrik.

"Namun nanti kalau kurang efektif bisa kita manfaatkan yang lainnya seperti motor atau bagaimana," ucapnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved