Belajar Batik Khas Yogyakarta di Kampung Batik Giriloyo

Kampung Batik Giriloyo adalah sentra batik tulis terbesar di Yogyakarta, menjadi tempat yang sangat cocok untuk belajar batik.

Editor: Santo Ari
Tribun Jogja
Ibu-ibu di Kampung Batik Giriloyo, Karang Kulon, Wukirsari, Imogiri sedang membatik di pendapa Kampung Batik Giriloyo, Minggu (11/04/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Hiruk pikuk kendaraan memang menjemukan. Kadang membutuhkan waktu satu hari saja untuk melepas kejemuan itu. Caranya tentu saja menjauh dari pusat kota. 

Sebuah kampung di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepatnya di Jalan Imogiri Timur Km 14, Karang Kulon, Wukirsari, Imogiri. Kampung tersebut adalah Kampung Batik Giriloyo. Tentu saja pengunjung akan menikmati kerajinan batik. Namun sebelum itu, pengunjung akan menikmati pemandangan alam khas pedesaan.

Jalanan yang sunyi dan sepi, berbeda sekali dengan perkotaan. Lingkungannya juga asri, banyak sekali pohon yang menyegar mata. Tentu saja sepanjang perjalanan akan disuguhkan dengan hamparan sawah yang menenangkan.

Setelah puas menikmati pemandangan, pengunjung bisa langsung menuju ke pendopo Giriloyo untuk belajar membatik. Kampung Batik Giriloyo adalah sentra batik tulis terbesar di Yogyakarta. Tentu saja, menjadi tempat yang sangat cocok untuk belajar batik.

Pengurus Kampung Batik Giriloyo, Siti Baroroh mengatakan hampir seluruh warga, terutama perempuan di Giriloyo adalah perajin batik. Sebab tradisi membatik sudah turun-temurun sejak dulu. Ada sekitar 12 kelompok perajin batik yang melingkupi sekitar 500 perajin.

"Memang sudah turun-temurun. Bahkan anak-anak juga bisa membatik. Karena memang anak-anak kan sering melihat ibunya membatik. Jadi sejak kecil anak-anak belajar sedikit-sedikit,"katanya, Minggu (11/04/2021).

Kemampuan membatik itulah yang menjadi salah satu keunggulan Kampung Giriloyo. Pengunjung yang datang akan diajak untuk membatik. Namun sebelum itu, pengunjung akan dibekali pengetahuan tentang batik. Mulai dari sejarah batik hingga motif batik.

"Pengunjung yang datang akan kami ajak untuk membatik. Nanti akan diberi kain putih (mori) yang sudah ada motifnya, ukuran 40 cm40cm. Jadi tinggal membatik saja. Tetapi kalau pengen membuat motif sendiri, ya boleh saja. Untuk kompor, canthing, dan malam sudah disediakan. Hasil membatiknya nanti bisa dibawa pulang,"sambungnya.

Bagi yang ingin menginap, tidak perlu  khawatir sebab ada homestay terjangkau di Giriloyo. Tarif per malamnya sekitar Rp150.000 sudah termasuk sarapan. 

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved