Pemkot Yogya Izinkan Pasar Sore Ramadan di Zona Hijau, Jarak Antar Lapak Wajib 5 Meter

Wilayah-wilayah yang statusnya berisiko tinggi tidak akan mendapat rekomendasi untuk menggelar pasar sore Ramadan

Editor: Santo Ari
Tribun Jogja
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

Sehingga, tambahnya, pengunjung, atau pembeli tak perlu turun dari kendaraannya, ketika hendak bertansaksi dengan para pedagang.

Karena itu, ia meminta penjual komoditas buka puasa di pasar sore Ramadan membiasakan dirinya dengan skema jual beli layanan tanpa turun itu.

"Karena di sistem drive thru penjualnya yang harus aktif melayani. Yang pakai motor tidak perlu turun, begitu juga yang pakai mobil. Drive thru ini kan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Maka, jarak harus lima meter, sehingga itu dapat berjalan, ya," ungkap Heroe.

"Termasuk sedang kita pikirkan juga, jalan-jalan yang besok digunakan untuk aktivitas pasar sore Ramadan, akan dibuat, atau direkayasa menjadi satu arah," lanjutnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta itu menyampaikan, sejauh ini, sudah ada beberapa pengelola pasar sore Ramadan yang mengajukan izin dan mulai mempersiapkan skema lantaurnya.

Namun, untuk pedagang yang sifatnya tiban dan tanpa penanggungjawab, dipastikan tidak diizinkan.

"Jadi, harus ada yang tanggung jawab. Harus dimintakan rekomendasi dari Satgas di kecamatan setempat. Sekarang ada beberapa yang sudah menyiapkan itu. Harapan kami, pelaksanannya bisa tertata," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved