Pemkot Yogya Izinkan Pasar Sore Ramadan di Zona Hijau, Jarak Antar Lapak Wajib 5 Meter

Wilayah-wilayah yang statusnya berisiko tinggi tidak akan mendapat rekomendasi untuk menggelar pasar sore Ramadan

Tribun Jogja
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Bulan Ramadan di Yogyakarta identik dengan Pasar Sore Ramadan. Di beberapa tempat biasanya digelar lapak-lapak yang menjajakan aneka jajanan dan makanan untuk berbuka puasa.

Namun bagaimana pasar sore tersebut akan berlangsung selama pandemi Covid-19?

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan akan tetap memberikan izin penyelenggaraan pasar sore Ramadan, selama wilayah tersebut tidak masuk zona merah Covid-19.

Hanya saja, sistem jual belinya pun tetap direkayasa untuk meminimalisir sebaran virus.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, nantinya wilayah-wilayah yang statusnya berisiko tinggi tidak akan mendapat rekomendasi untuk menggelar pasar sore Ramadan.

Oleh sebab itu, pihaknya sangat berhati-hati dalam urusan izin.

"Di zona-zona yang masih mengkhawatirkan, kita tidak akan merekomendasi. Pasar sore Ramadan hanya diselenggarakan di zona hijau, baik secara PPKM Mikro, maupun epidemiologi. Harus dikaji betul itu," jelasnya, Kamis (8/4/21).

Sementara bagi wilayah yang nantinya mendapat izin untuk menggelar pasar sore Ramadan, pelaksanaanya jelas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Contoh, jumlah, serta jarak antar lapak bakal sangat dibatasi, kemudian, sistemnya dibikin secara drive thru.

"Jumlah lapak harus sangat terbatas. Antar lapak minimal jaraknya lima meter. Kemudian, kita harapkan, sistemnya itu sebisa mungkin dengan drive thru," tandasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Santo Ari
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved