Optimalisasi Promosi Pariwisata Lewat Gaya Hidup Populer

Walikota mengajak para pelaku usaha pariwisata untuk mengoptimalkan promosi pariwisata lewat gaya hidup populer.

Editor: Santo Ari
tribunjogja
Pesepeda mengenakan masker untuk di masa pandemi virus Covid-19 melintas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (9/7/2020) 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Pandemi Covid-19 telah membuat kondisi pariwisata terpuruk. Meski demikian pemerintah dan pelaku pariwisata tidak bisa hanya berdiam diri.

Tapi harus berusaha memanfaatkan potensi yang ada seperti melakukan inovasi dan menyasar wisatawan domestik.

“Kita harus tetap semangat dan jangan pesimis. Tekankan wisata Yogya pakai protokol kesehatan. Optimalkan wisata lokal,” ujar Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam Fokus Grup Diskusi Optimalisasi Media untuk Promosi Pariwisata di Hotel Pesonna Malioboro, Rabu (7/4/2021).

Walikota mengajak para pelaku usaha pariwisata untuk mengoptimalkan promosi pariwisata lewat gaya hidup populer.

Terutama gaya hidup populer masyarakat di masa pandemi Covid-19. Cara itu dinilai mampu menarik masyarakat dan mempertahankan operasional usaha di masa pandemi.

“Gaya hidup populer di masa pandemi ini dimasukan dalam promosi pariwisata. Bisa disosialisasikan di media sosial,” kata Haryadi

Menurutnya setidaknya ada sekitar tujuh gaya hidup populer di masa pandemi Covid-19 di antaranya menonton film, olahraga, mengakses online internet, membaca, memelihara hewan kesayangan, menata rumah dan memasak maupun bercocok tanam.

Aktivitas tersebut banyak dilakukan masyarakat selama masa pandemi Covid-19.

“Olahraga misalnya bersepeda. Selama pandemi kita lihat banyak masyarakat yang senang bersepeda. Kami coba kembangnkan jalur sepeda wisata di Yogya,” terangnya.

Haryadi juga mengajak para pelaku publik relation usaha pelaku pariwisata untuk memanfaatkan teknologi berbasis digital untuk promosi.

Termasuk untuk transaksi pembayaran jasa usaha pariwisata diharapkan menerapkan pembayaran secara digital dengan teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Gaya hidup anak muda sekarang berbasis digital, Makanya masukan gaya hidup populer untuk promosi pariwisata di media digital seperti media sosial,” papar Haryadi.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan tengah menciptakan daya tarik wisata baru lewat olahraga wisata atau sport tourism.

Program yang tengah dikaji adalah menikmati harmoni Yogya dengan lima jalur sepeda wisata atau disingkat Monalisa.

Dia menyebut Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta akan memberikan embrio Monalisa itu dan selanjutnya diserahkan kepada para pelaku dengan metode bisnis to bisnis.

“Konsep sport tourism sedang kami kaji Monalisa ini. Kami sempurnakan lagi lima jalur sepeda wisata di Yogya dengan koordinasi para pelaku terkait seperti kerja sama wilayah LPMK, PKK pelaku kuliner dan atraksi, layanan jasa sepeda dan asuransi,” pungkas Wahyu.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved