Mengenal Aquascape, Seni Membuat Ekosistem Mini dalam Akuarium

Disarankan untuk memilih tanaman air yang sesuai dalam membuat aquascape. Begitu pula dengan kondisi air tawar yang digunakan untuk mengisi akuarium

Editor: Santo Ari
Tribun Jogja
Salah satu model Aquascape yang dipamerkan, hasil kreasi salah satu anggota komunitas 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, GUNUNGKIDUL - Memelihara ikan hias jadi primadona sejak pandemi Covid-19.

Pasalnya hobi tersebut dianggap cocok untuk mengusir rasa bosan lantaran harus lebih banyak berdiam di rumah.

Sebuah komunitas anak muda melihat situasi tersebut sebagai peluang.

Salah satu upayanya adalah dengan mengenalkan aquascape pada pecinta ikan hias melalui pemaran di Kompleks GOR Siyono, Logandeng, Playen, Gunungkidul pada 1-4 April 2021 kemarin. 

"Bisa dibilang ini pameran Aquascape pertama di Gunungkidul, karena belum pernah ada sebelumnya," kata Ketua Komunitas Aquascape Gunungkidul, Amin Nur Rahman pada Kamis (01/04/2021) malam.

Seperti saat Tribun Jogja berkunjung ke pameran tersebut, tampak belasan akuarium berukuran sedang telah diisi dengan ekosistem mini.

Ikan-ikan kecil pun tampak berenang di antara sulur tanaman air tersebut.

Sekilas ekosistem alam mini bernama aquascape tersebut mirip dengan hiasan akuarium pada umumnya.

Namun Amin menjelaskan ada perbedaan paling mendasar di antara keduanya.

"Kalau hiasan biasa kan terbuat dari plastik, sedangkan aquascape dari tanaman asli," jelas pria berkacamata ini.

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved