Kapasitas Maksimal Masjid di D.I Yogyakarta Dibatasi 50 Persen Saat Gelar Ibadah Tarawih Berjamaah

Khusus masjid yang berada di zona merah, kapasitasnya dibatasi sekitar 25 persen dari total daya tampung tempat ibadah.

Editor: Santo Ari
Tribun Jogja
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA  - Pemerintah pusat mengizinkan umat muslim untuk menggelar ibadah berjamaah di masjid sepanjang bulan Ramadan.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, karena pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau, maka Pemda DIY akan mengikuti aturan tersebut.

Sebelumnya, Pemda DIY juga tak pernah  melarang penyelenggaraan ibadah berjamaah di tempat ibadah.

Kendati demikian, pelaksanannya perlu memperhatikan sejumlah persyaratan.

Seperti saat pelaksanaan salat Tarawih nanti, harus digelar dengan pembatasan ketat.

Misalnya kapasitas maksimal tempat ibadah hanya disediakan sekitar 50 persen.

Durasi ibadah juga tidak perlu terlalu lama.

"Karena kerumunan bisa menyebabkan penularan apalagi Tarawih dilakukan satu bulan penuh. Jadi kalau masjid misalnya ya ya manfaatkan untuk ibadah cukup 50 persen saja," terang Aji saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (6/4/2021).

Khusus masjid yang berada di zona merah, kapasitasnya dibatasi sekitar 25 persen dari total daya tampung tempat ibadah.

"Selain itu penduduk yang dipastikan terkonfirmasi positif itu tidak diperbolehkan untuń∑ bergabung. Silakan melaksanakan salat tarawih di rumah masing-masing," ujarnya.

Disinggung terkait skema pengawasannya nanti, menurut Aji akan diserahkan kepada masing-masing satgas Covid-19 yang didirikan di masing-masing Rukun Tetangga (RT).

"Itu yang nanti melakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan di masjid-masjid," jelasnya.

"Prokes harus selalu dijaga diamati diawasi teman-teman Linmas dan satgas covid yang ada di sana," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved