Pameran Bojakrama, Menengok Gaya Jamuan Kenegaraan ala Keraton Yogyakarta

Dalam pameran itu terlihat bahwa budaya perjamuan di Keraton Yogyakarta mampu beradaptasi dengan gaya tamu yang berkunjung.

Editor: Santo Ari
Tribun Jogja
Pameran Bojakrama di Komplek Kedhaton memperlihatkan gaya perjamuan kenegaraan di Keraton Yogyakarta 

“Puncaknya itu pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII yang ditandai dengan adanya rijsttafel. Sajian makan nasi yang dihidangkan secara spesial. Berbagai sajian jamuan tidak terbatas pada kulinernya saja, tapi juga protokol yang menyertainya,” ucap Fajar.

Saat itu juga, Bangsal Manis dibangun untuk menjadi ruang khusus perjamuan di Keraton.

Di abad 19, tepatnya pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono V, Keraton Yogyakarta sudah mulai menggunakan porselen dari Eropa sebagai perlengkapan jamuan.

Porselen itu hingga kini masih disimpan di Keraton Yogyakarta dan bisa dilihat dalam pameran Bojakrama.

Setidaknya, ada 60 set koleksi peralatan makan dan minum yang terbuat dari perak, porselen hingga kristal koleksi Keraton Yogyakarta yang dipamerkan.

Masing-masing porselen itu memiliki makna tersendiri karena digunakan dalam acara penting yang diagendakan di Keraton Yogyakarta.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved