Pemda DIY Akan Menggelar Vaksinasi Massal dengan Prioritas Guru, Lansia, Pelaku Pariwisata dan UMKM

Targetnya sekitar 4ribu guru, terutama dari SMA milik Pemda. Untuk jumlah lansia, guru, dan pelaku pariwisata sendiri totalnya 10-12ribu orang

Editor: Santo Ari
ist
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Pemda DIY melalui Dinas Kesehatan DIY telah sukses menggelar vaksinasi massal dengan sasaran ASN dan pelayan publik belum lama ini.

Dan untuk selanjutnya, vaksinasi massal kedua akan dilakukan target lansia dan guru.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg. Pembajun Setyaningastutie mengatakan bahwa persiapan agenda tersebut tengah dilakukan.

“Nah yang kita sedang siapkan minggu depan, untuk guru, kemudian pelaku pariwisata, UMKM, dan lansia. Besok lansia yang agak banyak. Kalau kemarin kan lansia baru seratus saja, besok nggak hanya lansia dari kota saja, melainkan kabupaten juga. Kita alokasikan seribu lansia, tapi belum dapat dipastikan besok dapat berapa. Tapi ada pembatasnya lah. Kita juga masih menimbang, kalau usianya 70 tahun ke atas, mungkin ke RS saja,” ujarnya pada 29 Maret 2021.

Pembajun menambahkan, dengan kuota 1.000 lansia, pelaksanaan vaksinasi bisa dilakukan dalam waktu sehari. Maka dari itu pihaknya akan mengerahkan dokter-dokter untuk memenuhi target tersebut.

Untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan target sasaran ini dilakukan mulai Selasa (06/04) hingga Jumat (09/04).

Sejatinya, vaksinasi Covid-19 untuk guru, sebagian sudah dilaksanakan kabupaten/kota.

"Kita intinya mau membantu percepatan. Targetnya besok sekitar 4ribu guru, terutama dari SMA yang milik Pemda. Untuk jumlah lansia, guru, dan pelaku pariwisata sendiri totalnya 10-12ribu orang,” ujar Pembajun.

Pemberian vaksin kepada tenaga pendidik merupakan sebuah upaya tindak lanjut akan rencana pemberlakukan pembelajaran luring pada SMA dan SMK di DIY.

Sebelumnya Pada Jumat (27/03), Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan mulai April atau Mei, akan dilakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada 5 SMA dan 5 SMK di DIY.

Hasil dari uji coba selanjutnya disampaikan kepada Gubernur DIY sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan.

Adapun vaksinasi Covid-19 massal dossis kedua bagi pelayan publik dan ASN, telah dilaksanakan di Grha Pradipta (Jogja Expo Center), Bantul, Senin (29/03) lalu.

Sebanyak 11.630 orang yang divaksin pada kesempatan itu, dan sebelumnya telah menerima vaksinasi dosis pertama antara Senin (15/03) hingga Jumat (19/03).

Sedangkan pada vaksinasi massal kedua, pihaknya menargetkan 2.300 orang per harinya, jumlah ini sama dengan jumlah vaksinasi sebelumnya.

"Untuk pelaksanaannya akan digelar hingga Sabtu (03/04), lima hari, mengingat Jumat (02/04) itu kita libur,” tukasnya.

Sementara, terkait dengan datangnya bulan Ramadhan, Pembajun berujar bahwa pelaksanaan vaksinasi tetap dilaksanakan pagi hari.

“Kami laksanakan pagi, untuk menghindari hypoglikemia, atau kurangnya kadar gula pada manusia. Kalau pelaksanaannya malam hari, ya habis buka puasa, kasian pasien dan nakesnya. Kami optimis masih tetap jalan, tapi tidak sebanyak ini,” jelasnya.

Di samping itu, Pembajun menyatakan bahwa jumlah vaksin Covid-19 yang dimiliki DIY masih aman.

“Hari ini (29/03), kurang lebih masih 1.750-an vial atau sekitar 17.000. Jumlah ini masih cukup untuk vaksinasi massal yang besok. Mulai massal besok, rentangnya 28 hari, sudah pakai pedoman yang baru, berlaku lansia maupun nonlansia,” terang Pembajun.

Pembajun juga berharap, program vaksinasi membutuhkan dukungan banyak pihak agar dapat berjalan lancar.

“Pada prinsipnya satu, masukkan data dulu. Kalau tidak masuk, mau dihitungnya bagaimana. Ketika data pertama sudah disedot, kami akan masukkan aplikasi. Nah, sudah ngendika (berkata) sekian, tapi ternyata malah datanya nggak ada,” ujar Pembajun.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved