Terakhir 31 Maret 2021, Jangan Terlambat Melaporkan SPT Tahunan Agar Tidak Terkena Sanksi

Hari terakhir pelaporan SPT pajak orang pribadi pada 31 Maret, sedangkan untuk wajib pajak badan akan berakhir pada April 2021

Editor: Santo Ari
djponline.pajak.go.id
Tangkap Layar djponline.pajak.go.id 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM - Sejak Februari 2021 lalu, setiap masyarakat yang menjadi wajib pajak (WP) harus melaporakan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak PPh 21.

Pasalnya, kini pelaporan SPT Tahunan sudah bisa dilakukan secara online.

Untuk WP orang pribadi harus mengisi penyampaian SPT 1770 S melalui e-Filing.

Formulir tersebut berlaku untuk WP yang memenuhi syarat antara lain karyawan berpenghasilan di atas Rp 60 juta per tahun.

Sebelum menggunakan layanan ini, pastikan telah memiliki nomor e-FIN (Electronic Filling Identification Number).

e-FIN ini bisa didapatkan dengan melakukan aktivasi di KPP terdekat.

Tak bisa terus dilakukan sepanjang tahun, pelaporan SPT ini ada tenggat waktunya.

Hari terakhir pelaporan SPT pajak orang pribadi yang dilakukan secara online akan ditutup pada 31 Maret, sedangkan untuk wajib pajak badan akan berakhir pada April 2021.

Jangan sampai terlambat ya mengisi SPT ini. Karena akan ada sanksi untuk mereka yang terlambat melaporkan SPT Tahunan.

Sanksi tersebut berupa denda dan bisa juga terkena sanksi pidana.

Mengutip dari Kompas.com, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Neilmadrin Noor menjelaskan, ada konsekuensi yang akan diterima WP yang tidak melaporkan SPT tahunannya.

"Terkait konsekuensi tidak melaporkan SPT Tahunan bagi yang wajib (melapor), sanksinya beragam. Mulai dari ringan sampai berat," kata Neil saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (13/3/2021).

WP yang terlambat atau tidak melaporkan SPT Tahunannya akan menerima denda dengan besaran tertentu, sebagaimana diatur dalam Pasal 7 UU tersebut.

Sumber: Tribunnews

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved