Ini yang Terjadi Jika Kita Telat Menyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Penyuntikan pertama itu sebagai vaksin, sedangkan penyuntikan dosis kedua sebagai booster agar kadar antibodi yang ada maksimal dan optimal.

Editor: Santo Ari
tribunjogja
Pegawai dari Unit Transfusi Darah PMI Gunungkidul saat menjalani proses vaksinasi COVID-19 di Klinik Pratama Kartika 0730/Gunungkidul, pada Rabu (03/02/2021). 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM - Pemerintah telah melaksanakan vaksinaci Covid-19 sejak awal tahun 2021. Sasarannya adalah beberapa kelompok yang diprioritaskan baik itu tenaga medis, maupun petugas pelayanan publik.

Vaksinasi dilakukan dengan dua kali penyuntikan dengan interval penyuntikan kedua selama dua minggu atau 14 hari setelah suntikan pertama.

Namun, muncul pertanyaan, bagaimana jika telat atau melewati tanggal penyuntikan dosis kedua?

Terkait pertanyaan tersebut, rupanya telah dibahas dan dijelaskan pula oleh sejumlah ahli, baik dari luar negeri hingga dalam negeri.

Pasalnya, penyuntikan pertama itu sebagai vaksin, sedangkan penyuntikan dosis kedua sebagai booster agar kadar antibodi yang ada maksimal dan optimal.

Mengutip dari Kompas.com, menurut Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto, jika seseorang berhalangan untuk menghadiri penyuntikan vaksin kedua, maka ia dapat mendatangi tempat pelayanan kesehatan yang melayani vaksinasi di kemudian hari dan sesegera mungkin.

"Sebetulnya merujuknya ke hasil uji klinis, di sana ada toleransi, tidak persis 14 hari. In case terjadi keterlambatan, tetap acceptable, (datang di keesokan harinya) suntik lagi enggak apa-apa. Nanti oleh tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi akan diberikan info (berapa lama keterlambatan itu bisa ditoleransi), tapi itu bukan justifikasi untuk terlambat," kata Bambang.

Bambang pun menegaskan, toleransi itu tidak bisa disepelekan dan idealnya setiap orang tetap datang sesuai jadwal untuk melancarkan program vaksinasi.

Bahkan, lansir dari Miami Herald, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan, seseorang menerima vaksin kedua paling tidak selama tiga minggu hingga satu bulan setelah penyuntikan dosis pertama.

Selaras dengan itu, Oregon Health Association (OHA), Timothy Heider, menyarankan untuk menerima dosis kedua vaksin Covid-19 dengan rekomendasi interval sedekat mungkin.

"Namun, tidak ada interval maksimum antara dosis pertama dan kedua untuk kedua vaksin," kata Heider, dikutip dari laman KGW8.

Dr Buddy Creech, direktur di Vanderbilt Vaccine Research Program di Vanderbilt Universoty Medical Center, pun bilang, keterlambatan pemberian vaksin seharusnya tak perlu terlalu dikhawatirkan.

"Sistem imun dalam tubuh kita sangat cerdas, ia tidak akan lupa tentang apa yang dikenalinya pertama kali. Sehingga tetap aman. Jika jeda penyuntikan selama empat, enam, ataupun delapan minggu, hal ini tidak akan menjadi masalah bagi sistem kekebalan tubuh kamu," tutur Dr Creech, dikutip dari laman Miami Herald.

Akan tetapi, tindakan penundaan atau keterlambatan penerimaan vaksin ini juga menimbulkan kekhawatiran sebagian pakar kesehatan, terutama ketika kasus infeksi masih tinggi.

Tindakan memperlambat penerimaan dosis kedua vaksin Covid-19 ini dikhawatirkan bisa memicu laju kecepatan mutasi virus corona, dikutip Kompas.com dari DW Indonesia.

Sebab, hal yang dikhawatirkan terdapat kemungkinan akan menimbulkan varian virus yang mengalami mutasi lebih resisten terhadap antibodi yang terbentuk.

Mengingat efektivitas dosis pertama vaksin Covid-19 masih sangat rendah, sehingga untuk mendapatkan perlindungan maksimal diharuskan melakukan penyuntikan dosis kedua.

Oleh karena itu, sangat disarankan agar setiap orang melakukan vaksinasi sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan bagi yang menunda segera melakukan penyuntikan dosis kedua. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahli Ungkap Ini yang Akan Dialami Bila Kita Telat Suntik Dosis Kedua Vaksin Covid-19 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
948 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved