Tilang Elektronik Resmi Diberlakukan, Ini Lokasi Kamera yang Tersebar di DIY

Rekaman kamera ETLE dapat digunakan sebagai barang bukti dalam perkara pelanggaran lalu lintas

Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
RTMC Ditlantas Polda DIY
Ruang RTMC Ditalantas Polda DIY 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan launching tilang elektronik atau Elektronic Traffic law enforcement (ETLE) nasional tahap 1.

Dalam launching tahap 1 ini, ada 12 Polda dengan 244 kamera tilang elektronik yang bakal dioperasikan mulai hari ini, salah satu yang menerapkan ETLE adalah Daerah Istimewa Yogyakarta

Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)

Merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang berbasis teknolgi informasi dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera yang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis (Automatic Number Plate Recognition).

Rekaman kamera ETLE dapat digunakan sebagai barang bukti dalam perkara pelanggaran lalu lintas, dengan menggunakkan sistem ETLE ini didapatkan berbagai manfaat sebagai berikut :

  1. Terwujudnya efektivitas gakkum, jaminan asas transparansi, dan kepastian hukum yang dibuktikan secara scientific berdasarkan rekaman hasil bukti pelanggaran
  2. Sebagai bentuk kontribusi Polri dlm mewujudkan Yogyakarta sebagai smart city dan sejalan dengan reformasi birokrasi
  3. Meningkatkan PAD Provinsi DIY dari sektor pajak ranmor khususnya bea balik nama (ETLE memberikan dampak tertib adm kepemilikan ranmor)
  4. Meningkatkan budaya tertib masyarakat dalam berlalu lintas, yang merupakan deterrence effect dari adanya sistem ETLE.

"Di DIY ini setidaknya ada 4 titik kamera tilang elektronik, yakni di Temon, Kulonprogo; Simpang Ngabean, Kota Yogyakarta; Banguntapan, Bantul dan Simpang Maguwoharjo, Sleman," ungkap Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto Selasa (23/3/2021).

ETLE ini dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem ETLE juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem Etle.

Adapun alur pelanggar yang terekam ETLE adalah sebagai berikut :

  1. Petugas akan mengirimkan bukti pelanggaran ke alamat pelanggar sesuai alamat dan data pemilik kendaraan
  2. Pelanggar mempunyai waktu 7 hari untuk konfirmasi baik lewat website maupun datang ke posko Subditgakkum Ditlantas Polda DIY.

(TRIBUNJOGJAWIKI.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved