BMKG Memprediksi Musim Kemarau di DIY Mundur di Akhir Bulan April 2021

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Reni Krningtyas menyampaikan perkiraan musim kemarau di DIY akan mundur satu hingga tiga dasarian dari normal

Editor: Santo Ari
via Rutgers University
Ilustrasi musim kemarau 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan jatuh pada dasarian III atau akhir April sampai dengan dasrian III Mei.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Reni Krningtyas menyampaikan, perkiraan musim kemarau di DIY akan mundur satu hingga tiga dasarian dari normalnya.

"Artinya musim kemarau yang akan datang diperkirakan akan bersifat normal sampai dengan agak basah," katanya, kepada Tribunjogja.com, Selasa (23/3/2021)

Sementara pada awal April nanti diperkirakan memasuki musim peralihan dari penghujan menuju kemarau.

Masih kata Reni, terkait pemetaan daerah rawan kekeringan di wilayah DIY belum dapat diprediksi.

Peringatan darurat kekeringan saat musim kemarau akan dikeluarkan per sepuluh hari atau perdasarian saat musim kemarau mendatang.

"Untuk saat ini belum ada, nanti jika ada potensi kekeringan kita akan mengeluarkan warning kekeringan untuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan," jelasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengatakan, pihaknya masih belum menyiapkan rencana antisipasi musim kemarau tahun ini.

Ia menyampaikan bahwa saat ini baru akan dilakukan pembahasan dengan BMKG terkait ancaman musim kemarau yang diperkirakan jatuh pada akhir April nanti.

"Kan baru diberitahu saat ini. Ya kan baru akan dibahas dulu, terkait potensi kekeringan nantinya," jelasnya.

Meski begitu, berdasarkan pengalaman kemarau pada 2019, menurutnya ada daerah yang mendapat dropping air dari 4 kabupaten di DIY.

Rinciannya, terdiri atas 4 kabupaten, 42 kecamatan, 140 kelurahan/desa, dan 374 dusun.

Sementara untuk tahun ini, BPBD DIY belum menyiapkan antisipasi dan memulai pemetaan wilayah rawan kekurangan air bersih dimusim kemarau.(*)

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved