Risiko Filler Payudara, Bisa Sebabkan Peradangan Hingga Kematian

Payudara merupakan area yang banyak terdapat tumpukan lemak, jaringan, dan saraf. Bila cairan asing masuk ke dalam payudara, hal itu belum tentu aman.

Editor: Santo Ari
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-03-19 16:05:35
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM - Memiliki bentuk tubuh yang ideal banyak didambakan oleh banyak perempuan. Segala cara dilakukan baik itu dengan olah raga, diet atau perawatan lainnya.

Terkhusus di area payudara, bagi mereka yang ingin memiliki bentuk payudara yang lebih besar, cara yang instan adalah dengan menggunakan filler payudara.

Dilansir dari Tribunnews.com, filler payudara memang sedang hangat dibicarakan, terutama setelah seorang model bernama Monica Indah ungkap dirinya tengah mengalami gangguan kesehatan payudara setelah melakukan filler payudara.

Memang filler payudara sedang marak terjadi. Tapi, sebetulnya, dokter tidak menyarankan melakukan filler pada payudara.

Menurut dr. Gaby Syerly, M.Biomed (AAM) dari Youth and Beauty Clinic, payudara merupakan area yang banyak terdapat tumpukan lemak, jaringan, dan saraf.

Bila cairan asing masuk ke dalam payudara, cairan itu belum tentu aman untuk payudara.

“Injeksi filler itu kan disarankan 10 cc ya. Kalau payudara, mau berapa cc? bisa 100 cc agar payudara terlihat lebih besar. Bayangin itu kayak masukin air di botol minuman. Terlalu kebanyakan. Kebanyakan itu bisa menyebabkan adanya inflamasi pada payudara,” ujar dr. Gaby.

Maka dari itu, saat payudara sudah kelebihan cairan. Itu akan membuat payudara mengalami peradangan.

Menurut dr. Gaby, bahkan kelebihan injeksi bisa saja menyebabkan kematian pada perempuan.

“Risiko infeksi dari filler payudara itu tinggi. Biasanya ada mastitis atau peradangan pada payudara. Kalau mematikan itu bisa jadi arahnya karena dari inflamasi. Atau, isi cairannya bukan hyaluronic acid. Misalnya, silikon dimasukin gitu, kan bahaya dong,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved