Ini Rekomendasi PAPDI Tentang Kriteria Kelayakan Vaksinasi Covid-19

Rekomendasi ini disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti upaya untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) pada populasi Indonesia

Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
tribunjogja
Pegawai dari Unit Transfusi Darah PMI Gunungkidul saat menjalani proses vaksinasi COVID-19 di Klinik Pratama Kartika 0730/Gunungkidul, pada Rabu (03/02/2021). 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM - Sehubungan dengan program vaksinasi Covid-19 yang sedang berlangsung ,  Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam lndonesia (PAPDI) memberikan beberapa tambahan dan revisi rekomendasi vaksinasi Covid-19 (Coronavac).

Rekomendasi ini disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti upaya untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) pada populasi Indonesia untuk memutus transmisi Covid-19 sehingga diperlukan cakupan vaksinasi yang luas.

Selain itu ada kesepakatan dari para ahli mengenai keamanan dan manfaat vaksinasi Covid-19 dan bukti ilmiah yang terus berkembang terkait dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada penyakit dan kondisi tertentu.

Melalui rilis yang diperikan, rekomendasi yang diberikan PAPDI yakni :

Individu usia 18 - 59 tahun

Kriteria di bawah ini pada dasarnya TIDAK LAYAK untuk divaksinasi Coronavac yaitu:

1. Reaksi alergi berupa anafilaksis dan reaksi alergi berat akibat vaksin Covid-19 dosis pertama ataupun akibat dari komponen yang sama dengan yang terkandung dalam vaksin Covid-19.

2. Individu yang sedang mengalami infeksi akut. Jika infeksinya sudah teratasi maka dapat dilakukan vaksinasi Covid-19. Pada infeksi RB, pengobatan OAT perlu minimal 2 minggu untuk layak vaksinasi.

3. Individu dengan penyakit imunodefisiensi primer

Individu dengan usia >59 tahun

Kelayakan vaksinasi Coronavac ditentukan oleh kondisi frailty (kerapuhan) dari individu tersebut yang diperoleh dari kuesioner RAPUH.

Jika nilai yang diperoleh lebih dari 2, maka individu tersebut belum layak untuk dilakukan vaksinasi Covid-19.

Jika ragu dengan nilai dari individu lansia tersebut, maka dapat dikonsulkan ke dokter ahli di bidangnya (Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri(SpPD-KGer) atau Spesialis Penyakit Dalam Umum (SpPD) khususnya di lokasi yang tidak memiliki konsultan geriatri.

Adapun kuesioner RAPUH yang dapat digunakan untuk menentukan kondisi seseorang sebelum divaksin :

R = Resistensi (Resistance) : Dengan diri sendiri atau tanpa bantuan alat, apakah Anda mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga dan tanpa istirahat?

A = Aktifitas (Fatigue) : Seberapa sering dalam 4 minggu ada merasa kelelahan?

P = Penyakit lebih dari 4 (Illnesses) : Partisipan ditanya, apakah dokter pernah mengatakan kepada anda tentang penyakit anda.

11 penyakit utama: hipertensi, diabetes, kanker (selain kanker kulit kecil), penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal.

U = Usaha berjalan (Ambulatory) : Dengan diri sendiri dan tanpa bantuan, apakah anda mengalami kesulitan berjalan kira - kira sejauh 100 sampai 200 meter?

H = Hilangnya berat badan (Loss of Weight) : Berapa berat badan saudara dengan mengenakan baju tanpa alas kaki saat ini?

Satu tahun yang lalu, berapa berat badan anda dengan mengenakan baju tanpa alas kaki?

(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved