Goa Selarong, Destinasi Wisata Sekaligus Napak Tilas Perjuangan Pangeran Diponegoro

Gua ini dijadikan Pangeran Diponegoro sebagai tempat untuk menyusun strategi dan markas perang gerilya.

Editor: Santo Ari
Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul
Suasana Goa Selarong 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Jika anda berwisata di Kabupaten Bantul, jangan lupa mengunjungi Goa Selarong. Wisata Goa Selarong menewarkan pilihan wisata yang komplit mulai dari wisata alam, religi, historis bahkan wisata mistis.

Selain sebagai destinasi wisata alam, gua ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religius dan spiritual.

Dilansir dari aplikasi Visiting Jogja, Goa Selarong sarat dengan nilai historis karena menjadi bagian dari kisah perjuangan Pangeran Diponegoro semasa pemerintahan Belanda di Indonesia.

Gua ini dijadikan sebagai tempat untuk menyusun strategi dan markas perang gerilya.

Di balik cerita tersebut ada sesuatu yang masih menjadi misteri hingga saat ini, yakni Pangerang Diponegoro dan pengikutinya bisa masuk ke dalam gua tanpa terlihat dari luar.

Jadi bisa dikatakan Goa Selarong memiliki pintu tak kasat mata. Selain itu suasana mistis masih ditemui.

Penduduk sektiar mengatakan bahwa setiap malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon akan terdengar suara seperti alunan gending jawa. Namun ketika diperiksa tidak terlihat aktivitas apapun di goa tersebut.

Akses ke Goa Selarong

Goa Selarong terletak di Dusun kembang Putihan, Gowasari, Pajangan Bantul. Dari arah Kota Yogyakarta Anda bisa menuju ke arah Jalan Bantul, ikuti jalan terus hingga menjumpai gapura selamat datang di Kota Bantul.

Dari gapura ikuti jalan lagi hingga bertemu simpang empat lampu merah, ambil jalan ke kanan hingga sampai ke Goa Selarong. Akan ada papan petunjuk jalan menuju sana.

Goa Selarong berada dalam deretan pegunungan kapur setinggi kurang lebih 35 meter dengan pepohonan rindang dan hijau di kanan dan kirinya.

Sebenarnya ada gua lain selain gua utama di kawasan tersebut. Bagitu sampai di lokasi kia akan melihat patung Pangeran Diponegoro yang menaiki kuda.

Dari situ kita masih harus berjalan kurang lebih 200 meter hingga bertemu anak tangga. Lalu Anda perlu melewati anak tangga tersebut sekitar 400 meter.

Dibutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian karena anak tangga di sini cukup curam.

Sesampainya di atas akan nampak pemandangan dari gua. Gua yang pertama bermana Goa Putri, yang terletak di sebelah timur.

Gua ini menjadi tempat peristirahatan istri Pangeran Diponegoro Raden Ayu Ratnaningih beserta para dayang-dayang.

Sedangkan goa bagian barat bernama Goa Kakung sebagai tempat peristirahatan Pangeran Diponegoro.

Kedua gua ini terbilang sempit. Goa Putri dan Goa Kakung memiliki kedalaman kurang lebih 1,5 meter dengan lebar masing-masing 2-3 meter.

Jika Anda berkunjung ke sini saat musim hujan, anda bisa melihat air terjun di dekat gua. Selain itu terdapat dua buah sendang yaitu Manik Moyo dan Umbul Moyo.

Fasilitas di sini cukup lengkap, terdapat toilet, musala, gardu pandang, pendopo untuk bersantai bahakan area perkemahan juga ada.

Setahun sekali, upacara adat Grebek Goa Selarong dilakukan untuk mengenang Pangeran Diponegoro sekaligus sebagai peringatan hari jadi Kabupaten Bantul.

Harga tiket yang dipatok juga murah. Hanya Rp 3000 Anda sudah bisa melihat tapak tilas perjuangan Pangeran Diponegoro.

Untuk menuju ke sini sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan karena akses kendaraan umum cukup sulit.

Biaya parkir hanya Rp 2000 untuk sepeda motor dan Rp 5000 - Rp 10.000 untuk mobil.

Goa Selarong dibuka pada pukul 08.00-18.00.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved