Sejarah Babon Aniem Kotabaru yang Kini Dihiasi Lukisan Street Art

Perusahaan ANIEM memiliki tiga bangunan induk instalasi dan distribusi listrik atau Babon Aniem yang hingga saat ini masih tersisa di Kota Jogja

Editor: Santo Ari
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Babon Aniem Kotabaru 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA -Bagi warga Yogyakarta yang berbahasa ibu, bahasa jawa, tentu mengetahui istilah aniem. Istilah aniem biasanya melekat pada frasa cagak aniem atau tiang listrik.

Lalu, apa itu Babon Aniem?

Berdasarkan informasi dari laman Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta,Babon Aniem adalah bangunan induk instalasi dan distribusi listrik.

ANIEM merupakan singakatan dari Algemene Nederlandsch Indische Electrisch Maatscapij yang merupakan nama Perusahaan Belanda. Sementara Babon merupakan Bahasa Jawa dari induk.

Babon Aniem di Jogja mulai dibangun pada tahun 1904. Babon Aniem dibangun untuk menyambungkan jaringan listrik dari Semarang ke Jogja.

Menurut catatan KITLV, pembangunan jaringan listrik dari Semarang Ke Jogja selesai pada tahun 1918.

Perusahaan ANIEM memiliki tiga bangunan induk instalasi dan distribusi listrik atau Babon Aniem yang hingga saat ini masih tersisa di Kota Yogyakarta.

Tiga bangunan Babon Aniem tersebut ada di Kotabaru, Kotagede, dan sebelah barat Taman Parkir Abu Bakar Ali.

Saat ini Babon Aniem menjadi salah satu bangunan heritage yang ada di Kotabaru.

Babon Aniem di Kotabaru berbeda dengan Babon Aniem yang lain. Babon Aniem di Kotabaru dihiasi dengan artwork yang beraliran street art.

Aliran ini cukup digemari oleh muda-mudi masa kini, sehingga Babon Aniem Kotabaru cukup menarik minat muda-mudi untuk berkunjung atau sekedar berfoto.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved