Tingalan Jumenengan Dalem untuk Memperingati Kenaikan Tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Setiap tahun, Keraton Yogyakarta memperingati Ulang Tahun Kenaikan Takhta (Tingalan Jumenengan Dalem) Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
tribunjogja
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Labuhan Tinggalan Jumenengan Dalem ke 32 di Pantai Parangkusumo, Minggu (14/03/2021) 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Labuhan Tingalan Jumenengan Dalem di Pantai Parangkusumo, Bantul, Minggu (14/03/2021).

Labuhan dilaksanakan dalam rangka memperingati penobatan atau kenaikan tahta ke 32 Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Upacara labuhan diawali dengan penyerahan ubarampe dari Keraton menuju ke Kapanewon Kretek, Bantul.

Ubarampe tersebut berupa seperangkat pakaian yang pernah digunakan Sultan, seperangkat pakaian untuk laki-laki dan perempuan, potongan kuku, potongan rambu Sultan, dan lain-lain.

Setelah proses serah terima, ubarampe tersebut kemudian dibawa ke Cepuri Pantai Parangkusumo. Ada serangkaian prosesi yang dilewati, sebelum akhirnya ubarampe tersebut dilarung ke Pantai Parangkusumo.

Carik Tepas Nduwara Pura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Wijaya Pamungkas mengatakan labuhan merupakan bentuk manifestasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rasa syukur karena Ngarsa Dalem sudah diberi kesehatan selama memangku jabatan sebagai Sultan Yogyakarta.

"Selama 32 tahun, Ngarsa Dalem sudah diberi kesehatan. Labuhan ini juga sebagai sarana, dengan harapan Allah memberikan sesuatu yang positif, apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi,"katanya, Minggu (14/03/2021).

Ia menyebut labuhan tidak hanya dilaksanakan di Pantai Parangkusumo saja, tetapi juga di Gunung Merapi dan Gunung Lawu

Diperingati Tiap Tahun

Setiap tahun, Keraton Yogyakarta memperingati Ulang Tahun Kenaikan Takhta (Tingalan Jumenengan Dalem) Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Agenda peringatan dilakukan utamanya berdasarkan Kalender Jawa. Peringatan dilakukan setiap tanggal 29 Rejeb.

Tahun 2021 ini, Tingalan Jumenengan Dalem dilakukan untuk memperingati 33 tahun bertakhta Sri Sultan Hamengku Buwono X menurut Kalender Jawa yang bertepatan dengan Sabtu, 13 Maret 2021 (29 Rejeb, Tahun Jimakir 1954).

Sementara itu, berdasarkan tahun Masehi, Sri Sultan Hamengku Buwono X genap bertakhta selama 32 tahun pada tanggal 7 Maret 2021.

Sri Sultan Hamengku Buwono X memegang jabatan politik sebagai gubernur dan jabatan spiritual sebagai raja. Gubernur menjalankan roda pemerintahan di DIY dan berdasarkan regulasinya terkait di pemerintahan.

Sebagai raja, Sri Sultan berlaku sebagai pemangku adat atau mengemban amanat dalam kebudayaan yang diatur dalam Undang-undang Keistimewaan (UUK).

Yogyakarta menjadi istimewa karena masih menjaga budaya luhur yang terus dilakukan turun-temurun melalui Keraton. Salah satunya adalah Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem yang selalu diadakan setiap tahun.

Sebelumnya GKR Bendara menjelaskan agenda rangkaian Tingalan Jumenengan Dalem yang digelar Keraton Yogyakarta.

"Tanggal 10 Maret atau 26 Rejeb, akan ada agenda Peksi Burak. Ini bukan memperingati Tingalan Jumenengan Dalem ya, tapi memperingati Isra' Mi'raj. Inti prosesinya membuat burung yang bertengger di atas rangkaian buah-buahan, perlambang doa supaya doa supaya sampai pada Gusti Allah. Burungnya dibuat dari jeruk bali. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh semua perempuan di dalam keraton," ungkap Gusti Bendara.

Selanjutnya, baru mulai 27 Rejeb, digelar prosesi awal rangkaian pringatan Tingalan Jumenengan Dalem, yakni Ngebluk.

"Ngebluk ini bikin adonan apem oleh Abdi Dalem Keparak. Ada dua jenis adonan karena apem yang dibua ada dua, mustaka dan alit. Sudah ada bakunya atau pakemnya," jelas putri bungsu Ngarsa Dalem ini.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved