Nilai Ekspor DIY Januari 2021 Turun Dibandingkan Desember 2020

Ekspor terbesar Januari 2021 dikirim ke Amerika Serikat yaitu US$12,3 juta. Disusul Jepang dan Jerman masing-masing sebesar US$4,5 juta

Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Tribun Jogja
Salah satu produk ekspor unggulan hasil kreasi UMKM di Yogyakarta 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat nilai ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta Januari 2021 mencapai US$39,0 juta atau turun 14,29 persen dibanding ekspor Desember 2020. Sebaliknya, nilai tersebut naik 1,04 persen dibanding Januari 2020 yang mencapai US$38,6 juta.

Ekspor terbesar Januari 2021 dikirim ke Amerika Serikat yaitu US$12,3 juta. Disusul Jepang dan Jerman masing-masing sebesar US$4,5 juta. Selama Januari 2021 kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 54,62 persen.

Adapun tiga kelompok komoditas dengan nilai ekspor tertinggi pada Januari 2021 yakni :

  1. Pakaian Jadi Bukan Rajutan sebesar US$12,8 juta
  2. Perabot, Penerangan Rumah sebesar US$6,3 juta
  3. Barang-barang Rajutan sebesar US$3,5 juta

Sedangkan nilai impor Daerah Istimewa Yogyakarta pada Januari 2021 mencapai US$15,3 juta atau naik 25,41 persen dibanding Desember 2020. Demikian juga, nilai impor tersebut naik 68,13 persen dibanding periode yang sama 2020.

Negara pemasok barang impor terbesar Januari 2021 adalah Tiongkok dengan nilai US$4,8 juta. Kemudian disusul Amerika Serikat US$4,6 juta dan Hongkong US$2,2 juta.

Adapun tiga besar kelompok komoditas impor pada Januari 2021

  1. Lokomotif dan Peralatan Kereta Api sebesar US$4,6 juta
  2. Filamen Buatan sebesar US$2,1 juta
  3. Kapas Gumpalan, Tali sebesar US$1,4 juta.

Upaya Menggeliatkan Perdagangan Luar Negeri

Untuk menggeliatkan perdagangan luar negeri DI Yogyakarta, Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ikut serta dalam forum komunikasi ekpor impor.

Forum yang beranggotakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag DIY), Bea Cukai, dan stakeholders terkait lainnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Miyono menjelaskan, dengan adanya forum ekspor impor akan mendorong pelaku usaha untuk memajukan produknya baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

"Peranan pasar luar negeri perlu didorong untuk menaikkan laju ekspor produk . Melalui forum ini, produk yang akan banyak kita kemas lebih ke arah produk yang secara volume tidak banyak namun memiliki nilai yang tinggi," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (03/03/2021).

Adapun produk yang akan ditonjolkan pada pasar luar negeri meliputi gula aren dan kopi.

Karena, kedua komoditi ini memiliki minat pasar yang cukup tinggi di pasar internasional.

"Sekarang kedua produk (gula aren dan kopi) tersebut, sudah mulai di jual ke pasar asing seperti Cina, Taiwan, dan Jepang. Ternyata, negara tersebut lebih memilih memakai gula aren dalam campuran minumannya dibandingkan dengan gula putih, sehingga peluangnya besar sekali," terangnya.

Dengan bertambahnya komponen komoditi yang bisa masuk ke pasar luar negeri akan berdampak pada nilak ekspor dan impor di DI Yogyakarta.

Karena selama ini, produk unggulan ekspor hanya bergantung pada komoditi tekstil dan industri kereatif.

"Semua produk yang memiliki potensi akan terus kami dorong. Dengan harapan, harus terciptanya produk-produk baru yang bisa diekspor dan memberi nilai tambah yang lebih, tentu agar tercapai butuh dukungan bersama,"urainya.(*)

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved