Monumen Serbuan Kotabaru Sebagai Tetenger Perjuangan Merebut Senjata Pasukan Jepang

Serbuan Kotabaru adalah salah satu upaya gerakan bersenjata yang pertama dilakukan oleh rakyat Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan

Editor: Santo Ari
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta
Monumen Serbuan Kotabaru 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM - Kotabaru sarat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan. Selain terdapat banyak cagar budaya, di Kotabaru juga terdapat monumen yang mengingatkan kita tentang perjuangan para pahlawan.

Monumen Serbuan Kotabaru merupakan monumen yang diresmikan pada tanggal 7 Oktober 1988 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk memperingati Peristiwa Serbuan Kotabaru.

Monumen ini terletak di dalam Kompleks Perumahan TNI-AD Kotabaru. Karena keberadaan monumen ini berada di dalam taman perumahan, Monumen Serbuan Kotabaru dikelola dan dirawat oleh Warga Masyarakat Perumahan TNI-AD Kotabaru.

Dilansir dari laman https://pariwisata.jogjakota.go.id/ disebutkan bahwa Serbuan Kotabaru adalah salah satu upaya gerakan bersenjata yang pertama dilakukan oleh rakyat Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan.

Serbuan ini bertujuan untuk merebut senjata pasukan Jepang yang masih berada di Yogyakarta.

Serbuan Kotabaru mempelopori berbagai macam gerakan bersenjata di daerah lain untuk mengusir Jepang dari Indonesia.

Serbuan Kotabaru memang tidak sepopuler Serangan Oemoem 1 Maret atau Jogja Kembali, namun Serbuan Kotabaru menjadi salah satu pelopor aksi perlawanan dalam mempertahankan kemerdekaan indonesia.

Dalam peristiwa penyerbuan Kotabaru ini sebanyak 21 pejuang dan pemuda Yogyakarta gugur dan di pihak musuh 27 tentara tewas. Nama-nama para pejuang yang gugur inilah kemudian diabadikan menjadi nama jalan di sekitar kawasan Kotabaru.

Peristiwa tersebut kemudian diabadikan menjadi Monumen Serbuan Kotabaru.

Kalimat "50 hari setelah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia" tertera pada salah satu sisi Monumen Serbuan Kotabaru.

Pada sisi lain tertulis “Tetenger ini didirikan untuk memperingati puncak pengambil alihan kekuasaan dari Pihak Jepang di Yogyakarta dengan serbuan bersenjata dan pertumpahan darah yang dikenal sebagai Pertempuran Kotabaru pada tanggal 7 Oktober 1945”.

Tulisan yang terdapat pada Monumen Serbuan Kotabaru menjadi bukti adanya perjuangan yang terjadi.

Dengan simbol dua buah bambu runcing pada salah satu sisinya dan dua sisi lainnya tertera tulisan dengan nama para pejuang yang gugur di medan pertempuran Kotabaru, semakin menegaskan bahwa monumen ini sarat akan kisah-kisah heroik.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved