Air Terjun Kedung Kayang Kembali Dibuka

Sebelumnya Air Terjun Kedung Kayang yang berada di lereng Gunung Merapi ditutup sejak 9 November 2020, terkait peningkatan status Merapi menjadi Siaga

Editor: Santo Ari
Tribun Jogja
Air Terjun Kedung Kayang di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM - Setelah sebelumnya sempat ditutup, akhirnya Daya Tarik Wisata (DTW) Air Terjun Kedung Kayang di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, dibuka kembali mulai Rabu (10/3/2021) kemarin.

Sebelumnya, Air Terjun Kedung Kayang yang berada di lereng Gunung Merapi ditutup sejak 9 November 2020, terkait peningkatan status Merapi menjadi Siaga.

Pengelola akan tetap mematuhi aturan pemerintah terkait dengan masih diberlakukannya PPKM Mikro.

Adaupun operasional Air Terjun Kedung Kayang adalah sebagai berikut :

- Jam kunjungan mulai Senin-Kamis dari pukul 07.00 hingga 15.30 WIB.

- Setiap hari Jumat ditutup untuk dilakukan penyemprotan disinfektan.

- Untuk weekend Sabtu dan Minggu buka mulai 07.00 sampai 16.00 WIB.

- Tiket tanda masuk Rp4.500 sudah termasuk asuransi, dengan target jumlah kunjungan wisata per harinya bisa mencapai 100 orang

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Husein membenarkan DTW Kedung Kayang di Kecamatan Sawangan diperbolehkan buka kembali.

"Ya kami sudah mengizinkan Air Terjun Kedung Kayang dibuka kembali karena sudah aman," kata Husein.

Izin itu diberikan setelah pihaknya menerima surat dari pengelola DTW Air Terjun Kedung Kayang perihal pembukaan kembali Jurang Jero dan mendasarkan pada surat BPPTKG Nomor 147/45/BGV. KG/2021 tanggal 5 Maret 2021, perihal rekomendasi teknis pembukaan kembali DTW Air Terjun Kedung Kayang.

Ia menyebutkan, Air terjun Kedung Kayang masih aman dikunjungi sehingga dibuka kembali dengan tetap memperhatikan rekomendasi dari BPPTKG. Yakni, jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka Kepala Balai TNGM agar segera menutup kunjungan secara mandiri untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selama operasional tetap harus siap siaga dan waspada serta melakukan langkah antisipasi dan melakukan mitigasi bencana akibat letusan gunung Merapi, yang bisa terjadi setiap saat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan guna pencegahan penularan Covid-19.

Selain itu selalu mengupdate informasi resmi tentang peningkatan status aktivitas Gunung Merapi, yang dapat diakses melalui pos pengamatan gunung Merapi terdekat.

"Kita juga meminta pengelola untuk mengoptimalkan peran aparat dan masyarakat dan selalu koordinasi dengan BPBD," kata Husein.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved