Ini Kata Psikolog tentang Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara

Menurut Psikolog Klinis Ratih Ibrahim, ghosting dengan tiba-tiba menghilang adalah tindakan yang kurang ajar dan tidak sopan.

Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Ilustrasi (Augusta Health)
Ilustrasi putus cinta 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Belakangan tengah populer kata ghosting. Ghosting menjadi salah satu fenomena yang banyak diperbicangkan.

Kasus terbaru adalah berita Kaesang, anak dari Presiden Joko Widodo yang disebut melakukan ghosting kepada Felicia. Kaesang disebut tiba-tiba menghilang tanpa kabar.

Lalu apa itu ghosting?

Dikutip dari Huffpost, Senin (8/3/2021) ghosting adalah saat seseorang yang Anda kencani mengakhiri hubungan dengan memutuskan semua komunikasi, tanpa penjelasan apa pun.

Menurut Psikolog Klinis Ratih Ibrahim, ghosting dengan tiba-tiba menghilang adalah tindakan yang kurang ajar dan tidak sopan.

"(Ghosting) bukan tidak dewasa, melainkan (tindakan) kurang ajar. Pelakunya pengecut," kata Ratih saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/3/2021).

Ratih mengatakan bahwa perilaku ghosting untuk mengakhiri hubungan asmara dengan kekasih, tidak hanya dilakukan anak-anak muda.

Kendati demikian, tidak semua orang melakukan tindakan tersebut hanya untuk memutuskan hubungan yang telah dijalin.

Lebih lanjut Ratih menjelaskan bahwa sebuah relasi bersifat timbal balik. Artinya, relasi yang sehat dan baik, akan ada saling peduli atau caring, karena rasa kasih sayang.

"Saling respect (menghormati), dan bersama saling bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan tentunya juga lebih baik," jelas Ratih.

Saat hubungan kasih yang telah dijalin sekian lama, bukan tidak mungkin ada perasaan yang mulai berubah.

Ratih menegaskan bahwa sangat bisa dipahami jika di tengah jalan ternyata relasi yang sudah dibina lama berubah.

"Termasuk cinta yang menghilang, rasa galau, bahkan adanya orang ketiga yang membuat khilaf lalu berpaling," ungkap Ratih.

Ratih kembali menegaskan bahwa mengakhiri hubungan dengan ghosting sama halnya dengan kabur dan menghilang begitu saja.

"Itu (ghosting) tidak sopan. Nah, sebaiknya (hubungan asmara) diselesaikan saja berdua, secara jujur atas dasar niat baik atau good will," imbuh Ratih.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara? Ini Kata Psikolog

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved