Masyarakat Tidak Perlu Khawatir dengan Varian Virus Corona B117, Tetap Lakukan 5 M

Data riset menunjukkan varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin

ANTARA FOTO/HERU SRI KUMORO via kompas.com
Petugas medis bersiap di ruang perawatan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Pada 1 tahun lalu Indonesia mengumumkan pasien terkonfirmasi Covid-19 untuk pertama kalinnya. Dan Pada 2 Maret 2021 diumumkan mutasi baru B117 yang berasal dari Inggris di Indonesia oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono.

Dilansir dari Kominfo DIY, varian virus corona B117 didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 462 sampel dengan metode Whole Genome Sequence (WSG). Lima provinsi yang paling banyak diambil sampel adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur dan DIY.

Negera yang mendeteksi varian baru virus Corona B117 adalah Belanda, Italia, Jerman, Perancis, Malaysia, Filipina, Singapura hinga ke Afrika Selatan.

Untuk gejalanya adalah pasien akan mengalami kelelahan, nyeri otot sakit kepala, kehilangan selera makan, diare, ruam kulit, kebingungan, nyeri otot.

Untuk mencegah penyebaran virus, baik Covid-19 atau varian baru, pemerintah terus menggencarkan 5 M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan mengikuti vaksinasi Covid-19.

Adapun varian corona B117 terdeteksi sudah masuk ke Indonesia dengan ditemukannya dua kasus pada dua pekerja migran yang baru pulang ke Indonesia.

Corona B117 ini disebut-sebut lebih cepat menular dan menyebar karena tingkat penularannya 30-70 persen lebih cepat dibanding virus corona Wuhan.

Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM dr. Gunadi, SpBA, Ph.D., dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (4/3), mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan varian baru tersebut. Sebab tidak ada laporan soal hubungan antara varian inggris ini dengan derajat keparahan pasien Covid-19.

"Riset terbaru menunjukkan bahwa varian ini meningkatkan risiko derajat berat pasien. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi,” katanya.

Untuk mengantisipasi dari terinfeksi mutasi varian Inggris ini, warga masyarakat diharapkan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat dengan selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan.

Masyarakat boleh waspada dengan adanya mutasi baru tersebut, namun tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan.

Soal adanya isu yang menyebutkan bahwa varian baru tersebut kebal dari vaksin, menurut Gunadi, isu tersebut tidak benar.

Sebab data riset menunjukkan varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin.

”Info itu tidak benar, data riset menunjukkan bahwa varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin yang sudah beredar, Pfizer, Moderna, AstraZeneca, maupun Sinovac,”paparnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran varian Inggris ini, ia menuturkan pemerintah melalui satgas Covid-19 melakukan contact tracing dengan tepat dan cepat terutama pasien dari perjalanan luar negeri.

Selanjutnya terus meningkatkan surveilans genomik serta membatasi mobilitas warga yang tidak perlu.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved