Luas Panen Padi tahun 2020 Turun jadi 110,55 ribu Hektare

Produksi padi pada 2020 sebesar 523,40 ribu ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 10,08 ribu dibandingkan 2019 yang sebesar 533,48 ribu ton GKG

Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Instagram/@gunungpancar
Kawanan burung kuntul atau blekok terbang dari persawahan di Desa Wisata Ketingan, Sleman, DIY. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat luas panen padi di DIY pada 2020 sebesar 110,55 ribu hektare.

Angka ini mengalami penurunan sebanyak 929 hektare atau 0,83 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 111,48 ribu hektare.

Produksi padi pada 2020 sebesar 523,40 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 10,08 ribu ton atau 1,89 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 533,48 ribu ton GKG.

Jika dilihat menurut subround, terjadi peningkatan produksi padi pada subround Mei-Agustus dan September-Desember 2020, yaitu masing-masing sebesar 10,85 ribu ton GKG (6,49 persen) dan 15,28 ribu ton GKG (28,32 persen) dibandingkan 2019.

Sedangkan penurunan hanya terjadi pada subround Januari-April, yakni sebesar 36,21 ribu ton GKG (11,59 persen).

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 sebesar 295,77 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 5,70 ribu ton atau 1,89 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 301,47 ribu ton.

BPS DIY juga menjelaskan bahwa potensi produksi padi pada subround Januari-April 2021 diperkirakan sebesar 277,88 ribu ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 1 790 ton atau 0,65 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 276,09 ribu ton GKG.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved