Ini Efek Samping Vaksinasi Covid-19 pada Lansia dan Cara Menguranginya

Berdasarkan studi yang diterbitkan tahun ini, efek samping vaksinasi terbagi menjadi dua, yakni efek samping lokal dan efek sistemik.

Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
ist
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Vaksinasi Covid-19 tahap kedua telah dimulai dan sasaranya adalah pekerja publik dan masyarakat lanjut usia (lansia).

Lansia yang mendapatkan vaksin adalah kelompok usia di atas 60 tahun dan difokuskan di 34 ibu kota provinsi. Targetnya adalah 38.513.446 orang dan diperkirakan akan selesai pada Mei 2021 mendatang.

Vaksinasi pada lansia telah dimulai dengan aturan dan skrining yang diharapkan tidak memberikan efek samping buruk bagi kelompok rentan ini.

Lantas, seperti apa efek samping vaksinasi Covid-19 pada lansia?

Dilansir dari Kompas.com, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Priyama Hendra Gunawan, Sp.PD mengatakan sebelum pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Indonesia untuk kelompok lansia, dilakukan skrining ketat kondisi kesehatan lansia sesuai aturan yang disampaikan Kementerian Kesehatan.

Pedoman dari Kementerian Kesehatan dan perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam telah menganjurkan penggunaan kuesioner rapuh untuk skrining vaksinasi pada lansia.

Terkait efek samping pascavaksinasi, dr Hendra menjelaskan berdasarkan studi yang diterbitkan tahun ini, efek samping vaksinasi terbagi menjadi dua, yakni efek samping lokal dan efek sistemik.

Antara lain, efek samping lokal yang biasanya dirasakan langsung di bekas lokasi suntikan vaksin seperti nyeri, kemerahan, gatal, dan bengkak.

Dan dari data yang diperoleh, efek nyeri ini yang paling sering dilaporkan.

Selain efek samping lokal, juga terdapat efek samping sistemik yaitu efek yang dirasakan badan secara umum.

Efek samping sistemik ini yang dilaporkan seperti demam, nyeri kepala (sakit kepala), ruam kemerahan, dan berkurangnya nafsu makan.

Mengurangi Efek Samping Vaksinasi

Efek samping setelah vaksinasi dirasakan berbeda oleh setiap orang. Dr Hendra mengatakan pada sebagian besar orang, reaksi pascavaksinasi umumnnya akan mereda dalam waktu 24 jam.

Lebih lanjut dr Hendra mengatakan terkait penyebab efek samping usai vaksinasi, hingga saat ini masih bervariasi dan masih belum banyak makalah yang menganalisisnya.

Dugaan sementara, dapat terkait status imunitas tubuh yang sub-optimal maupun dari psikis (penerima vaksin) seperti cemas atau gelisah (saat divaksinasi).

Lantas, bagaimana cara mengurangi efek samping setelah vaksinasi?

Untuk meminimalisir atau mengurangi risiko terjadinya efek samping vaksinasi Covid-19, dr Hendra mengimbau agar orang-orang lansia yang akan divaksin harus dalam kondisi prima.

Hal itu bisa dicapai dengan asupan makan-makanan bergizi, minum yang cukup air, olahraga teratur dan selalu berpikir positif agar status imunitas tubuh baik.

Hindarkan vaksinasi jika lansia merasakan berbagai keluhan seperti demam, batuk, dan tidak enak badan. Hal ini untuk mengurangi potensi risiko efek samping vaksinasi.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vaksinasi Tahap Kedua Indonesia, Apa Saja Efek Samping Vaksin Covid-19 pada Lansia?"

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved