Layanan KB Bergerak untuk Menjaring Pasangan Usia Subur yang Belum Terlayani Alat Kontrasepsi

KB Bergerak melayani Pelayanan dan pemasangan alat kontrasepsi metode jangka panjang Intra Uterine Device (IUD) dan implant

Pemkot Yogyakarta
DP3AP2KB Kota Yogyakarta menyerahkan alat kontrasepsi untuk Pelayanan KB Bergerak. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Pemerintah Kota  (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggiatkan Pelayanan KB Bergerak.

Kegiatan itu untuk mendekatkan akses Pelayanan KB ke masyarakat melalui Praktik Bidan Mandiri (PBM) sekaligus sebagai wujud komitmen Pemkot Yogyakarta dalam program pembangunan keluarga berencana.

Adapun kegiatan KB Bergerak melayani Pelayanan dan pemasangan alat kontrasepsi metode jangka panjang Intra Uterine Device (IUD) dan implant.

Pelayanan KB Bergerak diadakan di tiga lokasi yakni PMB Melati di bawah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Yogyakarta di Kemantren Kotagede, PMB Poltekkes Kemenkes di Kemantren Mantrijeron dan PMB Dian Herawati di Kemantren Wirobrajan.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jumlah penduduk Kota Yogyakarta pada tahun 2020 berjumlah 435.936 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk yaitu 0,93.

Adapuk di Kota Yogyakarta saat ini terdapat 63 fasilitas layanan kesehatan yang melayani KB.

Sedangkan berdasarkan data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY tahun 2020 jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kota Yogyakarta mencapai 33.963.

Kemudian untuk jumlah peserta KB aktif 23.175 akseptor dan 12,10 persen unmet need KB atau PUS yang tidak ingin anak lagi tapi belum terlayani KB.

Dengan jumlah tersebut, maka perlu adanya target pasangan usia subur yang belum terlayani bisa terlayani KB.

Diharapkan melalui Pelayanan KB Bergerak bisa menjaring PUS yang belum terlayani alat kontrasepsi dengan metode jangka panjang di Kota Yogyakarta.

Termasuk meningkatkan kepesertaan KB dan menurunkan PUS unmet need KB di Kota Yogyakarta.

Terlebih selama pandemi sebagian pasangan usia subur terputus layanannya karena takut Covid-19, sehingga layanan KB sekarang harus bangkit.

Pemerintah berharap dengan mendekatkan layanan KB ke masyarakat harapannya tidak ada alasan lagi tidak ikut KB.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved