BI Memperkirakan Pertumbuhan ekonomi DIY 2021 akan Meningkat Secara Bertahap

Recovery ekonomi akan sangat bergantung pada prasyarat aspek kesehatan

Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
ist
ilustrasi ekonomi 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM,YOGYA - Bank Indonesia memperkirakan kinerja pertumbuhan ekonomi DIY pada 2021 akan terus melanjutkan tren peningkatan secara bertahap.

Masih diperlukan gotong royong seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya menopang pertumbuhan ekonomi di DIY di tengah pandemi Covid-19

Beberapa hal penting yang perlu dilakukan untuk mempercepat recovery ekonomi antara lain sebagai berikut:

1. Recovery ekonomi akan sangat bergantung pada prasyarat aspek kesehatan.

BI meyakini kesuksesan vaksinasi merupakan game changer untuk pemulihan ekonomi.

Namun perlu dipahami bahwa vaksinasi yang sedang berjalan ditujukan untuk mencegah gejala pasca infeksi Covid-19, bukan mencegah infeksi virus.

Oleh karena itu walaupun proses vaksinasi telah berjalan, upaya mengawal protokol kesehatan harus terus ditingkatkan hingga pandemi dinyatakan selesai.

2. Membuka sektor produktif secara aman dan bertahap.

Pembukaan sektor ekonomi tidak dapat dilakukan secara serentak. Adapun sektor yang dibuka adalah sektor yang memberikan nilai tambah tinggi, namun memiliki risiko penyebaran Covid-19 yang relatif rendah.

Dalam hal ini pembukaan kembali sektor pariwisata perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan secara ketat dan konsisten.

3. Mempercepat belanja pemerintah di awal tahun sebagai daya ungkit roda perekonomian.

Umumnya belanja pada awal tahun relatif lebih lambat karena proses kontrak pengadaan.

Namun apabila proses tersebut dapat dipercepat, diharapkan belanja pemerintah dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat.

4. Terus mengawal penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar terealisasi secara merata sehingga mampu menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan anggaran program PEN pada 2021 menjadi Rp533,1 triliun. Dalam hal ini perlu kolaborasi dari seluruh pihak untuk mengawal program PEN agar dapat terealisasi secara optimal.

5. Mengambil momentum dari pandemi untuk mempercepat transformasi digital.

BI meyakini bahwa pandemi Covid-19 telah mempercepat implementasi digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk berkolaborasi agar memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam perubahan menuju peradaban baru ini.

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Perumusan kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh akan selalu dilakukan secara prudent dan akuntabel, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian, serta menopang pertumbuhan ekonomi DIY tetap baik dan berdaya tahan.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved