Sejarah Berdirinya Gereja Katolik Santo Antonius Padua Kotabaru

Tahun 1945, Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia, maka Kolsani dan Gereja Santo Antonius Kotabaru berfungsi kembali

BPCB DIY
Gereja Katolik Santo Antonius Padua Kotabaru, di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 18 Yogyakarta 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA -  Gereja Katolik Santo Antonius Padua Kotabaru dirintis oleh Romo F. Strater.

Dilansir dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY, sejarah singkat berdirinya gereja ini bermula ketika Romo F. Strater mendirikan Kolsani (Kolese Santo Ignatius) dan Novisiat Kolsani pada 18 Agustus 1922. 

Seiring perkembangan umat yang terus bertambah, maka didirikanlah gereja bernama Santo Antonius van Padua.

Penanggung jawab pendirian gereja adalah Romo J. Hoeberecht Sj. dengan dana dari Belanda. 

Pembangunan gereja selesai tahun 1926, dan pemberkatan dilakukan oleh Uskup Mgr. A. van Velsen Sj. dari Jakarta.

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, Kolsani menjadi tempat penampungan suster-suster dan wanita-wanita Belanda interniran.

Selain itu Seminari Tinggi yang letaknya di sebelah barat gereja menjadi kantor tentara Jepang. Saat itu Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menjadi gudang dan tidak berfungsi lagi menjadi gereja. 

Hingga pada 1944 pastur pertama Kotabaru Rama Strater SJ dibunuh oleh tentara Jepang karena mengadakan rapat rahasia bagi beberapa kepala sekolah Kanisius seluruh D.I. Yogyakarta. 

Tahun 1945, Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia, maka Kolsani dan Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru berfungsi kembali menjadi gereja seperti semula. 

Adapun Gereja St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta terletak di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 18 Yogyakarta.

Di masa pandemi Covid-19, ekaristi dilakukan secara live streaming. 

Dengan jadwal Misa Harian, senin-jumat pukul 17.30

Misa Mingguan Sabtu dan Minggu pukul 16.30.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa klik situs resmi Gereja St. Antonius Padua Kotabaru atau di akun Instagram di @komsoskotabaru

Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved