Cek Kebenaran tentang Informasi dan Berita HOAX saat Pandemi

Dinas Kominfo DIY mengimbau untuk untuk selalu mengunjungi website atau media sosial yang terpercaya dalam cross check kebenaran suatu informasi.

ist
ilustrasi HOAX 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Derasnya informasi di media sosial menuntut kita untuk memfilter segala informasi yang datang. Berlaku bijak, mengecek segala informasi terkait kebenarannya wajib kita lakukan sebelum membagikan.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY mengimbau untuk untuk selalu mengunjungi website atau media sosial yang terpercaya dalam cross check kebenaran suatu informasi.

Kita bisa melakuknya di website kominfo.go.id, covid19.go.id, mafindo.or.id, turnbackhoax.id dan media sosial @kominfodiy untuk mengecek berita HOAX,

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY pun telah merangkum beberapa berita hoax.

1. Kumham hapus sanksi pidana setelah anak buah Megawati tolak vaksin.

Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, hal tersebut sudah dibantah oleh Menteri HUkum dan HAM dan sanksi yang diberikan berupa sanksi administratif bukan sanksi pidana.

2. Karena disuntik vaksin, dokter di Palembang meninggal.

Faktanya dokter yang meninggal bukan karena disuntik vaksin. Hasil visum menunjukkan bahwa dokter tersebut meninggal karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung.

3. Julio Iglesias meninggal karena Covid-19.

Bukan Julio Iglesias. Faktanya, video yang viral adalah rekaman acara pemakaman Julio Anguita Gonzales, politikus Spanyol yang meninggal pada 16 Mei 2020 karena gagal jantung.

4. Berkumur dengan air hangat dan air garam dapat menghilangkan virus corona.

Faktanya, belum ditemukan bukti kuat yang dapat membenarkan klaim tersebut. Klaim lain yang menyatakan bahwa Covid-19 masih berada di dalam kerongkongan selama 4 hari pun belum dapat dibuktikan kebenarannya.

5. Lianhua Qingwen dapat digunakan sebagai obat Covid-19

Informasi tersebut salah. Faktanya BPOM menyetujui peredaran obat herbal Lianhua Qingwen untuk meredakan panas dalam dan batuk. Bukan untuk mengobati pasien Covid-19 ataupun sebagai obat yang dapat menyembuhkan Covid-19.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved