Sejarah Kantor Pos Besar Yogyakarta, Dibangun di Masa Pemerintahan Hindia Belanda.

Kantor Pos Yogyakarta dibangun pada tahun 1912 dari hasil rancangan insinyur-insinyur yang tergabung dalam Burgerlijke Openbare Werken

kebudayaan.kemdikbud.go.id
Kondisi Kantor Pos Yogyakarta saat ini 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Kota Yogyakarta memiliki banyak warisan cagar budaya. Objek warisan budaya tersebut mengandung nilai penting bagi ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan.

Salah satu bangunan cagar budaya yang berada di Kota Yogyakarta adalah Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Berada di Jalan Panembahan Senopati No. 2 Kampung Yudonegaran RT. 09 RW. 01 Kalurahan Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta atau di titik nol kilometer, Kantor Pos Besar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Bangunan megah yang berdiri di sudut pertemuan antara Jalan Panembahan Senopati (dulu bernama Kampementstraat) dan Jalan Trikora (dulu dikenal dengan Kadasterstraat).

Dilansir dari laman situsbudaya.id, bangunan kantor pos ini dibangun pada tahun 1912 dari hasil rancangan insinyur-insinyur yang tergabung dalam Burgerlijke Openbare Werken (BOW), yang merupakan Departemen Pekerjaan Umum semasa pemerintahan Hindia Belanda.

Bangunan kantor pos ini menghadap ke arah utara, atau ke arah benteng Vredeburg. Denah bangunan berbentuk tapal kuda ini menerapkan konsep arsitektur transisi.

Perubahan gaya arsitektur pada zaman transisi atau peralihan (antara tahun 1890 sampai tahun 1915), dari gaya arsitektur Indische Empire Style (abad 18 dan 19) menuju arsitektur Kolonial Modern (setelah tahun 1915).

Saat didirikan, bangunan ini diberi nama Post, Telegraaf en Telefoon Kantoor. Dan sejak dibangun hingga kini, kondisi Kantor Pos Besar Yogyakarta masih terawat dengan baik.

Bangunan yang memiliki luas 1.121,45 m2 di atas lahan seluas 6.400 m2 ini memang difungsikan sebagai kantor pos dari awal berdirinya hingga saat ini.

Adapun ciri khas yang terdapat di bangunan ini adalah atap dormer atau jendela yang diletakan pada atap bangunan. Kantor Pos Besar Yogyakarta memiliki dormer tepat di atas pintu utamanya.

Selain dormer, bangunan ini juga memiliki kekhasan pada bukaan yang berada di fasadnya. Bukaan di kantor pos ini ada dua jenis, yaitu bukaan persegi panjang dan bukaan setengah lingkaran.

Tujuan bukaan pada kantor pos ini untuk memasukkan sinar matahari ke dalam bangunan tersebut.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta telah melaksanakan kegiatan pendataan bangunan cagar budaya Kantor Pos Besar Yogyakarta pada 24-29 Februari 2020.

Pendataan yang dilakukan melalui pengumpulan data bangunan. Baik dalam bentuk tulisan, gambar/sket ,foto, wawancara dengan informan, pengukuran, penggambaran dalam rangka pelestarian cagar budaya.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah melengkapi data bangunan cagar budaya ataupun yang diduga cagar budaya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan menyusun deskripsi tentang kondisi dan potensi bangunan dari segi sejarah, arkeologis, dan arsitekturnya.

Hasil dari pendataan ini dapat digunakan untuk menyusun bahan masukan dalam rangka pelestarian bangunan dari sisi legalitas dan kebijaksanaan operasional.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved