Unit Layanan Terpadu UGM untuk Tangani Kekerasan Seksual

Unit Layanan Terpadu (ULT) yang bertugas dan bertanggungjawab mengurusi upaya pencegahan dan penanganan setiap kasus kekerasan seksual.

ugm.ac.id
Balairung UGM 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki pengalaman yang beragam dalam merespon kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Penanganan kasus Agni di tahun 2018-2019, memberikan pembelajaran dan pengalaman berharga bagi UGM dalam menangani kasus kekerasan seksual yang menimpa sivitas akademika UGM.

UGM ingin zero tolerance kekerasan seksual.  Agar kasus serupa tidak terulang, UGM mengeluarkan peraturan Rektor tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bagi warga UGM yang dituangkan dalam Peraturan Rektor No 1 tahun 2020.

Peraturan ini sebagai upaya pencegahan. Dan jika ada tindakan penanganan kasus seksual, dapat dilakukan lebih cepat, baik terhadap korban maupun pelaku.

Melalui aturan ini, UGM berupaya meminimalisir kasus kekerasan seksual yang menimpa warga UGM, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku.

Unit Layanan Terpadu

Adapun dalam peraturan Rektor ini mengatur soal pencegahan, pelayanan dan penanganan pelaku kekerasan seksual.

Terkait pelayanan, terdapat Unit Layanan Terpadu (ULT) bertugas dan bertanggungjawab mengurusi upaya pencegahan dan penanganan setiap kasus kekerasan seksual.

Setiap ada kasus yang menimpa warga UGM, maka akan terpantau dengan baik melalui ULT ini.

Terlebih, pada umumnya para penyintas enggan melaporkan kasus yang menimpanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved