Taman Budaya sebagai Pusat Aktivitas Kebudayaan

Keberadaan Taman Budaya lebih dari sekadar identitas, melainkan pusat aktivitas kebudayaan yang diharapkan bisa tersebar merata pada seluruh wilayah

Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
tribunjogja
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan jajarannya meninjau Taman Budaya Kulonprogo beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan seni budaya yang cukup kaya dari jenis variasi dan jumlahnya.

Pelaksanaan acara seni dan budaya di DIY cukup semarak, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat secara mandiri.

Pembinaan kesenian membutuhkan penyediaan ruang seni yang representatif dengan segala pendukungnya untuk mendukung terwujudnya even seni yang berkualitas.

Mulai tahun 2014 Pemda DIY telah melakukan pembangunan ruang seni yang tersebar di kabupaten/kota se-DIY antara lain dalam bentuk balai budaya di desa-desa budaya serta Taman Budaya di kabupaten/kota.

Pembangunan Taman Budaya di kabupaten/kota menjadi prioritas pemerintah daerah karena memiliki arti penting bagi pengembangan kesenian di kabupaten/kota.

Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kuantitas dan kualitas even seni yang tersebar di kabupaten/kota se-DIY.

Keberadaan Taman Budaya yang tersebar pada kabupaten/kota di wilayah DIY diharapkan dapat menumbuhkembangkan aktivitas kebudayaan lokal dan mengenalkan ruang ekspresi yang lebih leluasa untuk mewujudkan DIY sebagai pusat kebudayaan terkemuka.

Taman Budaya yang tersebar memungkinkan kegiatan berdimensi kebudayaan bisa tersebar lebih merata dan mendukung aktivitas perekonomian wilayah melalui ekspresi kebudayaan yang mendidik, mengedukasi, mencerahkan, dan menginspirasi.

Taman Budaya bukan hanya bangunan prestisius, tetapi keberadaan Taman Budaya lebih dari sekadar identitas, melainkan pusat aktivitas kebudayaan yang diharapkan bisa tersebar merata pada seluruh wilayah DIY.

Taman Budaya merupakan fasilitas budaya yang dibangun untuk mendukung aktivitas kebudayaan dalam rangka melindungi, melestarikan, merevitalisasi, mengembangkan, dan menumbuh- kembangkan kebudayaan pada skala luas.

Megahnya bangunan pusat kebudayaan diharapkan juga diimbangi dengan aktivitas seni dan kegiatan sosial serta pendidikan yang diharapkan munculnya pelaku-pelaku seni lokal untuk mengekspresikan diri dalam rangka mendukung terwujudnya peradaban dan tentu saja diharapkan pula mempunyai nilai ekonomi untuk menuju kesejahteraan.

Artinya, pusat kebudayaan bukan monopoli daerah pusat perkotaan tetapi harus menyebar hingga ke daerah. Diharapkan Taman Budaya mampu menumbuhkembangkan dinamika kebudayaan dan perekonomian wilayah secara berkelanjutan.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved