Kassian Cephas, Fotografer Profesional Pertama di Jawa

Dunia fotografi pun masuk ke Indonesia dan Kassian Cephas adalah fotografer pertama di Jawa.

ist
foto diri dari Kassian Cephas 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA -  Dunia fotografi telah mengalami banyak perkembangan. Pada mulanya, ilmuwan di Eropa menciptakan camera obscura sebagai alat penangkap cahaya untuk kepentingan melukis, alat ini makin berkembang di masa Johanes Kapler (1571-1630).

Hingga akhirnya berbagai macam proses dan bahan alat untuk fotografi berkembang pada tahun 1839 di Paris, Perancis sampai dengan tahun 1914.

Dunia fotografi pun masuk ke Indonesia dan Kassian Cephas adalah fotografer pertama di Jawa saat itu.

Berdasarkan, buku Pekerdja di Djawa Tempo Doeloe oleh Olivier J Raaf, disebutkan bahwa Kassian Cephas (1844-1912) adalah seorang anak yang dibuang oleh pasangan beda bangsa.

Ibunya seorang pribumi dan ayahnya berkewarganegaraan Eropa.

Kemudian ia diadopsi oleh pasangan Belanda di Yogyakarta dan menamai anak tersebut dengan nama Kassian.

Pada tahun 1860 Kassian dibaptis menjadi Kristen dengan memakai nama baptis Cephas, yaitu nama Petrus dalam bahasa Aramaic.

Setelah dewasa, Cephas mulai belajar menjadi fotografer profesional dari seorang fotografer asal Belgia bernama Isidore van Kinsbergen (1821-1905).

Isidore bekerja di Jawa Tengah pada tahun 1860-an untuk membuat foto-foto peninggalan antik Jawa-Hindu.

Di masa karirnya, Cephas diangkat sebagai fotografer Keraton oleh Sultan HB VII di tahun 1892.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved