Kuwat Triyana, Penemu GeNose C19

Kuwat Triyana merupakan dosen Departemen Fisika FMIPA UGM sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM

ugm.ac.id
Kuwat Triyana saat mengembangkan lidah elektronik (electronic tongue) atau ELTO 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Keberhasilan UGM dalam mengembangkam GeNose C19 yang merupakan alat pendeteksi Covid-19 melalui embusan nafas,  tak lepas dari peran serta dari penciptanya yakni Kuwat Triyana.

Dilansir dari laman resmi UGM, Kuwat Triyana merupakan dosen Departemen Fisika FMIPA UGM sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM. 

Ia menekuni kajian fisika material dan instrumentasi sejak 2008 dan telah menghasilkan berbagai produk inovasi.

Dan di masa pandemi Covid-19 ini, ia mengembangkan GeNose C19 yang merupakan alat deteksi Covid-19 lewat embusan napas.

GeNose C19 menjadi terobosan karena skrining yang dilakukan tidak berbasis antibodi maupun antigen. Alat ini  berbasis senyawa volatile organic compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas seseorang.

Senyawa ini dapat digunakan untuk membedakan antara orang yang terinfeksi Covid-19 atau tidak terinfeksi Covid-19.

Alat ini mampu mendeteksi Covid-19 dalam tubuh manusia dalam waktu yang cepat, kurang dari dua menit.

Kuwat Triyana berhasil menerima penghargaan Anugerah UGM 2020 atas jasanya di bidang kebudayaan, kebangsaan, kenegarawanan, kemanusiaan, dan atau kemasyarakatan dalam praktik intelektual dan atau sosial pada akhir tahun 2020 kemarin.

Inovasi Lain

Selain GeNose C19, Kuwat juga telah banyak menciptakan produk lain seperti masker anti polusi asap dan bakteri berbahan nanofiber.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved