GeNose C19 Mampu Mendeteksi Covid-19 yang Bermutasi

GeNose C19 memprediksi virus SARS-CoV-2, baik varian lama maupun baru.

ugm.ac.id
Gubernur DIY melakukan uji coba Genose C19 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - GeNose C19, alat pendeteksi Covid-19 melalui embusan nafas yang dikembangkan oleh UGM diklaim tetap dapat mendeteksi varian virus baru SARS-CoV-2.

Keunggulan ini karena GeNose memiliki basis kerja AI atau kecerdasan buatan yang kemampuannya akan terus meningkat seiring data yang dimasukkan.

Tim pembuat menjaga close contact dari setiap GeNose C19 dan dapat menyimpan data dengan baik.

Dari data itulah software atau otak GeNose C19 akan selalu di-upgrade, termasuk nanti apabila terdeteksi virus Covid-19 varian baru yang ditemukan oleh pemeriksaan konfirmatori dari PCR.

Semakin sering GeNose C19 memprediksi virus SARS-CoV-2 baik varian lama maupun baru, maka alat tersebut akan semakin akurat.

Dan untuk memastikan validasi dan akurasi GeNose C19, pihak tim telah melakukan dua penelitian besar.

Pertama, profiling atau uji validitas di RS Bhayangkara dan RSLKC Bantul.

Kedua, uji diagnostik pre-marketing atau uji klinis di delapan RS di Indonesia.

Hasilnya didapatkan sensitivitas 89-92 persen, spesifisitas 95-96 persen, positive predictive value 87-88 persen, negative predictive value 97 persen, positive likelihood ratio 20,32, dan negative likelihood ratio 0,08.

GeNose C19 adalah non-invasif (hanya membutuhkan sampel napas), hasil lebih cepat diketahui (tidak lebih dari lima menit), tidak memerlukan reagen dan bahan kimia lain, biaya tes terjangkau, reliabilitas tinggi, serta data terhubung ke cloud system (IoT) untuk diakses online sehingga membantu proses tracing dan tracking.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved