GeNose C19, Alat Pendeteksi Covid-19 Melalui Embusan Nafas yang Dikembangkan Peneliti UGM

GeNose C19 menjadi terobosan karena skrining yang dilakukan tidak berbasis antibodi maupun antigen, tetapi berbasis senyawa volatile organic compound

ugm.ac.id
GeNose C19, alat pendeteksi Covid-19 yang dikembangkan peneliti UGM 

Alat pendeteksi Covid-19 yang dikembangkan para ahli UGM ini telah mengantongi izin edar dari Kemenkes pada 24 Desember 2020 dan siap dipasarkan dan diproduksi massal. 

Tim berharap bila ada 1.000 unit kelak, maka akan mampu melakukan tes ke sebanyak 120 ribu orang sehari, dan bila ada 10 ribu unit (sesuai target di akhir bulan Februari 2021) maka Indonesia akan menunjukkan jumlah tes Covid-19 per hari terbanyak di dunia yakni 1,2 juta orang per hari.

Untuk mewujudkan itu, sebanyak lima industri konsorsium telah berkomitmen untuk mendukung, yakni PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri (bagian mekanik), PT. Hikari Solusindo Sukses (elektronik dan sensor), PT. Stechoq Robotika Indonesia (pneumatic), PT. Nanosense Instrument Indonesia (artificial intelligence, elektronik dan after sales), dan PT. Swayasa Prakarsa (assembly, perijinan, standar, QC/QA, bisnis).

Adapun harga eceran tertinggi mesin GeNose C19 adalah Rp62 juta.  Sementara, kantong plastik atau balon yang dibutuhkan setiap kali testing seharga Rp6.500.

Selain itu, harga hepa filter Rp20 ribu dan bisa digunakan hingga 100 kali pakai atau diganti saat ada kasus positif Covid-19 yang terdeteksi.

Nantinya biaya tes dengan GeNose C19 cukup murah, hanya sekitar Rp15-25 ribu. Hasil tes juga sangat cepat yakni sekitar 2 menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya.

Selain itu, keunggulan pengambilan sampel tes berupa embusan nafas juga dirasakan lebih nyaman dibanding usap atau swab.(*)

Ikuti kami di
Penulis: Santo Ari
Editor: Santo Ari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved