Sekilas Tentang Museum Batik Yogyakarta

Museum Batik Yogyakarta selain menjadi wahana edukasi, museum ini juga memberi layanan workshop untuk pengalaman wisatawan.

Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
museumbatik.com
Wisatawan mancanegara saat menjajal workshop membatik di Museum Batik Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Selain berkonsentrasi pada koleksi, Museum Batik Yogyakarta juga mengembangkan klinik perawatan dan konservasi batik yang merekam jejak langkah proses batik dan ragam motifnya.

Ragam motif yang dimiliki oleh Museum Batik Yogyakarta adalah Jawa Tengahan (Yogyakarta dan Solo), pasisiran (Semarang, Demak, Pekalongan dan Kedungwuni, Cirebon dan Lasem), Madura, mBayat-Klaten, Kebumen, Kulon Progo, Imogiri, dan beberapa daerah lainnya.

Wisatawan mancanegara saat memamerkan hasil karya batik di Museum Batik Yogyakarta.
Wisatawan mancanegara saat memamerkan hasil karya batik di Museum Batik Yogyakarta. (museumbatik.com)

Sejarah batik, kurang lebih seperti yang dilansir oleh berbagai sumber, menjelaskan bagaimana rentang waktu dapat membuat corak dan motif batik menjadi berkembang.

Batik selalu lekat dengan filosofi yang reflektif dalam dimensi keseharian manusia. Oleh karenanya, secanggih apapun teknologi tekstil saat ini, budaya batik tetap menjadi tak tergantikan.

Selain dibutuhkan ketrampilan dan ketekunan, pewarnaan alami menciptakan warna-warna yang unik dan khas pada tiap lembarnya, karena pada setiap proses pencelupan warna, komposisi warna dapat berubah seiring proses oksidasi dan kimia yang alamiah.

Setiap pengrajin batik pun pada akhirnya akan mempunyai otentitasnya yang tidak dapat ditiru.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved