Sejarah Perjuangan Prof Dr dr Sardjito Hingga Era Proklamasi

Masa ini menyiratkan perjuangan Prof Dr dr Sardjito dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia

Dok Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta
Sosok Prof Dr dr Sardjito. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Berawal dari berkobarnya api revolusi yang menyulut semangat bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, tergeraklah hati Dr. Sardjito untuk terlibat berjuang menggunakan keahliannya.

Berbekal mandat menteri kesehatan Republik Indonesia waktu itu, Dr. Buntaran Martoatmodjo. Pada 1 September 1945 Dr. Sardjito berhasil mengambil alih Institut Pasteur di Bandung dari tangan Jepang.

Dengan kretifitasnya, Dr. Sardjito berhasil membuat bermacam vaksin dan biskuit yang membantu para pejuang untuk bertahan hidup.

Era Perjuangan Babak I - Era proklamasi hingga berakhirnya revolusi fisik (Era migrasi dari Bandung ke Klaten dan Solo).

Babak ini mengilustrasikan suasana chaos pasca proklamasi-agresi militer Belanda-inisisatif dan upaya Dr. Sardjito memindahkan laboratorium Pasteur ke Klaten beserta peran serta beliau dalam masa revolusi fisik.

Babak diakhiri dengan ilustrasi kemenangan diplomasi dalam KMB.

Baca juga: Prof Dr dr Sardjito

Baca juga: Sejarah Pengabdian dan Pendidikan Prof Dr dr Sardjito

Perkembangan situasi di Bandung tidak memungkinkan untuk bertahan, Maka dari itu ditengah blokade tentara sekutu pada Desember 1945, pergeseran peralatan dan pegawai dilakukan menuju Jawa Tengah, lebih tepatnya Rumah Sakit Tegalyoso Klaten.

Perjuangan memindahkan berbagai aset sangat berat, salah satu aset penting adalah vaksin cacar, bahkan dibawa dengan cara menorehkannya dalam tubuh kerbau dan digiring berjalan menuju Klaten.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved