Masa Migrasi kampus FK UGM dan Klinik-klinik RS UGM dari Berbagai Wilayah ke Bulaksumur

Babak ini mengilustrasikan Pembangunan RS di lokasi sekarang dibawah pimpinan Prof. Ismangoen.

Dok Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta
Sosok Prof Dr dr Sardjito. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Babak ini mengilustrasikan Pembangunan RS di lokasi sekarang dibawah pimpinan Prof. Ismangoen.

Seiring waktu kebutuhan praktek perkuliahan dan pelayanan kesehatan semakin bertambah, sehingga rumah sakit ini dikembangkan menjadi klinik kesehatan yang terpecah dalam beberapa tempat selain Mangkubumen pada 1954 antara lain di Bugisan, Pugeran, Mangkuyudan, Mangkuwilayan, Limaran (Loji Kecil), Kompleks Sriwedari dan Karang Malang.

Masing-masing klinik memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan departemen masing-masing dibawah pengelolaan Departemen Kesehatan RI.

Di tengah perkembangannya, Doktor Sardjito memiliki ide untuk membangun rumah sakit pendidikan yang dikelola bersama oleh Departemen Kesehatan dan Pendidikan Republik Indonesia.

Karena keterbatasan lahan, cita-cita ini belum terwujud hingga beliau wafat pada tahun 1970.

Baca juga: Berdirinya FK UGM, Berdirinya RS UGM dari Kandang Kuda Serta Persiapan Pembangunan di Bulaksumur

Baca juga: Prof Dr dr Sardjito

Karier Sardjito terus menanjak, ketika diamanahkan untuk menjadi rektor pertama UGM yang ketika itu disebut Presiden Universiteit Negeri Gajah Mada pada 1949.

Pemegang penghargaan Bintang Mahaputera Tingkat III tahun 1960 ini, menjabat sebagai rektor UGM selama 12 tahun 9 bulan.

Era Perjuangan Babak IV: Era diresmikannya RSUP Dr.Sardjito- perjalanan penuh prestasi-Pengabdian-Prestasi-perkembangan hingga saat ini.

Babak ini mengilustrasikan modern RSUP Dr. Sardjito, dibuka dengan peresmian RS oleh presiden Soeharto.

Gayung bersambut, Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik pada awal 70-an, memungkinkan terwujudnya cita-cita Doktor Sardjito.

Setelah 20 tahun dirintis, akhirnya pada tahun 1972 dimulailah pembangunan rumah sakit yang dicitakan doktor Sardjito.

Rumah sakit yang pada awalnya direncanakan dibangun di Tompeyan, dipindahkan mengikuti integrasi kampus pusat Universitas Gadjah Mada di Bulaksumur yang merupakan Sultan ground dan sebagian pembelian lahan masyarakat.

Rumah sakit dibangun di tanah yang lebih luas, tepatnya sebelah barat komplek utama kampus Universitas Gadjah Mada, seluas 10 hektar.

Proses pembangunan berlangsung selama sekitar 6 tahun. Awalnya pembangunan didanai oleh Pertamina, dibawah prakarsa dokter Ibnu Sutowo, kemudian diteruskan dan diselesaikan oleh Kementerian Kesehatan dengan pendanaan Negara.

Hingga pada tahun 1978, akhirnya bangunan rumah sakit terwujud. Rumah sakit ini mampu menampung 500 tempat tidur pasien.

Dibawah pimpinan Profesor Ismangoen, tahun itu juga dimulailah integrasi rumah sakit-rumah sakit dibawah Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menuju wilayah Bulaksumur.

Baca juga: RSUP Dr Sardjito

Baca juga: Latar Belakang Keluarga Hingga Pendidikan Sosok Prof Dr dr Sardjito

Rumah sakit ini langsung mendapatkan kepercayaan dari masyarakat terbukti pada saat pembukaan rumah sakit langsung merawat 300 pasien rawat inap.

Kepercayaan masyarakat tersebut membawa optimisme rumah sakit ini untuk lebih menyempurnakan diri dalam fasilitas dan pelayanan.

Setelah 4 tahun menjalani peralihan dan penyempurnaan, maka pada 8 Februari 1982, rumah sakit diresmikan oleh Presiden Soeharto mengambil nama sang pejuang ilmuwan dan ilmuwan pejuang, Doktor Sardjito.

Rumah Sakit Umum Pusat Doktor Sardjito Yogyakarta hadir menjadi rumah sakit pendidikan dan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dengan mitra utama Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Dengan kemitraan yang harmonis diantara keduanya, perkembangan sangat cepat dicapai.

Pendidikan Kedokteran oleh Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan Rumah Sakit Umum Pusat Doktor Sardjito berhasil memberikan sumbangsih yang sangat berarti bagi Bangsa Indonesia.

Ribuan Dokter dan ahli kesehatan lain berhasil diluluskan dan mengabdi keseluruh penjuru tanah air.

Menatap misi, Menjadi Rumah Sakit Pendidikan dan Rujukan Nasional berstandar internasional yang terkemuka pada tahun 2019, Rumah Sakit Umum Pusat Doktor Sardjito terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas mengikuti perkembangan teknologi kesehatan dunia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved