Berdirinya FK UGM, Berdirinya RS UGM dari Kandang Kuda Serta Persiapan Pembangunan di Bulaksumur

Babak ini mengilustrasikan awal mula berdirinya FK UGM yang diprakarsai oleh Dr. Sardjito

Dok Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta
Sosok ilmuan pejuang dan pejuang ilmuan Prof Dr dr Sardjito. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Babak ini mengilustrasikan awal mula berdirinya FK UGM yang diprakarsai oleh Dr. Sardjito dan peran serta Sri Sultan HB IX di Mangkubumen Yogyakarta.

Hal ini dilanjutkan dengan rintisan rumah sakit di kandang kuda Mangkubumen, berdirinya klinik-klinik dan bangsal rawat inap di berbagai lokasi.

Masa ini adalah yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Namun dalam situasi demikian, Dr. Sardjito tetap memikirkan pentingnya mendidik dokter-dokter baru.

Maka pada 5 Maret 1946, dibukalah kuliah pra-klinik pertama PTKRI Klaten yang akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Fakultas Kedokteran UGM.

Setelah pendudukan Kota Yogyakarta oleh tentara Belanda pada 19 Desember 1948, banyak mahasiswa dan pengajar PTKRI yang ikut berjuang, baik dalam pertempuran maupun menjadi relawan Palang Merah Indonesia.

Beberapa diantara mereka gugur dan menjadi pahlawan. Akhirnya, pengakuan kedaulatan diperoleh pada 1949 setelah melalui perang gerilya dan negosiasi.

Baca juga: Prof Dr dr Sardjito

Baca juga: RSUP Dr Sardjito

Atas permintaan langsung Sri Sultan Hamengkubuwono IX, perguruan tinggi nasional pertama di Indonesia yakni Universitas Gadjah Mada akhirnya didirikan di Yogyakarta.

Salah satu fakultas pertamanya adalah Fakultas Kedokteran yang dikukuhkan berdiri pada 1950 dengan dekan Doktor Sardjito, sekaligus menjabat Rektor pertama Universitas Gadjah Mada.

Oleh pihak Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat disediakan lingkungan keraton untuk menjadi tempat perkuliahan dan asrama, Fakultas Kedokteran menempati wilayah Mangkubumen.

Pemindahan kampus dari Klaten ke Mangkubumen Yogyakarta dilakukan dalam suasana gotong-royong melibatkan mahasiswa dan masyarakat.

Senasib seperjuangan dalam masa agresi militer Belanda sangat melekat, sehingga tercipta hubungan batin yang erat antara Universitas Gadjah Mada dengan masyarakat secara nyata.

Perkuliahan Fakultas Kedokteran dilakukan di lingkup kampus Mangkubumen yang tepat berada di sebelah barat komplek keraton, Jantung kota Yogyakarta dan membaur dengan masyarakat.

Kondisi ini mengakibatkan perasaan kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan masyarakat, oleh karena itu atas prakarsa Doktor Sardjito, dirintislah sebuah rumah sakit untuk praktek mahasiswa, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Di tengah kesederhanaan rumah sakit ini dirintis, bahkan pada awalnya menggunakan bekas kandang kuda.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved