Desa Wisata Bokesan

Bokesan kini disulap menjadi sebuah mina wisata atau desa wisata yang menonjolkan aspek budidaya perikanan.

IG/@minawisatabokesan
Gapura Dusun Bokesan. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Bokesan dikenal sebagai sentra pembibitan ikan. Selain mengikuti pelatihan perikanan, pengunjung dengan paket live-in maupun kunjungan sehari bisa belajar mengenai pertanian dan perkebunan, dan mengikuti outbound.

Tersedia pula home stay, aula, ruang pertemuan, kolam perikanan, pasar ikan, arena outbound, dan lapangan parkir.

Sekilas tentang Desa Wisata Bokesan

Desa Wisata Bokesan bisa ditemui di dusun Bokesan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Desa wisata bokesan sleman berada di dataran rendah sebelah selatan lereng merapi memiliki luas lahan 34.200 ha.

Lahan tersebut sebagian besar berupa lahan persawahan. Sawah-sawah terlihat subur dan hijau karena memperoleh air yang cukup dari sungai opak.

Melimpahnya air sungai tersebut dimanfaatkan juga oleh sebagian besar penduduk.

Selain untuk mengairi sawah ada juga yang dimanfaatkan sebagai kolam renang bona bokesan yang bisa digunakan pula untuk umum dengan harga terjangkau.

Siswa-siswa Sekolah Dasar banyak yang berkunjung di sini. Selain itu tidak sedikit yang memanfaatkan sebagai kolam ikan. Bisa dikatakan lebih banyak warga yang memelihara ikan.

Inilah yang menjadi satu keistimewaan Dusun Bokesan, Desa Sindumartani yaitu sebagai desa wisata budidaya ikan.

Desa Wisata Budidaya Ikan

Setiap desa wisata memiliki keistimewaan tersendiri. Hal ini untuk membedakannya dengan desa wisata lain dan menjadi daya tarik agar dikunjungi wisatawan.

Hal yang membedakan dusun bokesan dengan desa wisata sangubanyu adalah di dusun Bokesan sangat kuat dengan budidaya ikannya.

Warga dusun Bokesan sudah terbiasa membudidayakan ikan sejak lama.

Kampung Flory Sleman

Mahasiswi saat mengunjungi Desa wisata Bokesan.
Mahasiswi saat mengunjungi Desa wisata Bokesan. (Instagram/@minawisatabokesan)

Ditambah lagi Dusun Bokesan pernah menjadi lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) Sekolah Umum Perikanan dari Bogor pada 1989. Para siswa dari sekolah tersebut memperkenalkan cara budi daya ikan lele.

Hal tersebut semakin membuat warga terlatih dalam pengembangan maupun pembibitan ikan.

Sehingga memberi peluang usaha dan peluang kerja yang menguntungkan hingga saat ini.

Tidak tanggung-tanggung mereka pun memiliki kelompok tani yaitu Mino Ngremboko yang berhasil keluar sebagai juara Inperak (Intensifikasi pembenihan rakyat) tingkat nasional pada 2001.

Setiap desa wisata biasanya sudah mengalami banyak perbaikan maupun perkembangan infrastruktur untuk menambah daya tarik pengunjung.

Jalan menuju Bokesan sendiri sudah beraspal sepanjang 200 meter, cor konblok sepanjang 600 meter dan jalan tanah 200 meter. Warga di dusun 95 persen memiki kolam ikan dengan berbagai jenis.

Ikuti kami di
KOMENTAR
632 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved