Desa Wisata Ketingan

Desa Wisata Ketingan yang berada di Kecamatan Mlati, Sleman ini memiliki pesona pemandangan fauna burung kuntul yang menjadi spot bird watching

Tribunjogja.com
Petani dan ribuan burung kuntul di Desa Wisata Ketingan. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Salah satu desa wisata di DIY yang memiliki keunikan adalah Desa Wisata Ketingan.

Desa wisata Ketingan berada di Dusun Ketingan, Desa Tirtoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta. Desa wisata ini menawarkan wisata yang unik dan berbeda dari kebanyakan desa wisata lainnya karena memiliki spot bird-watching atau pengamatan burung.

Di sini kita diajak untuk melihat kehidupan burung Kuntul. Ini merupakan fenomena unik karena burung-burung Kuntul hanya tinggal di Desa Ketingan saja.

Jumlah Kuntul yang tinggal di sini tidak main-main mencapai ribuan ekor. Sehingga mengamatinya menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan.

Tak hanya melihat bentuk Burung Kuntul yang cantik namun kita akan dimanjakan dengan suara burung yang bersaut-sautan. Tentu akan memberi pengalaman seru yang langka anda jumpai.

Pengelola desa wisata sudah menyediakan pemandu yang siap menjelaskan seluk beluk Burung Kuntul dan kehidupannya sehingga kita mendapatkan pengetahuan baru. Waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena unik ini adalah di pagi dan sore hari.

Penduduk Desa Ketingan sangat peduli pada burung Kuntul sehingga kawasan tersebut dijadikan sebagai area konservasi burung Kuntul.

Rute Menuju Desa Wisata Gamplong

Desa Wisata Gamplong

Sebagai informasi, Burung Kuntul akan bermigrasi pada Bulan Oktober setiap tahunnya dan baru kembali lagi ke Desa Ketingan pada Bulan Oktober.

Pengunjung bisa belajar peternakan sapi penduduk, belajar bertani di sawah, hingga membuat masakan tradisional. Desa wisata Ketingan masih mempertahankan kesenian dan tradisi setempat.

Jika beruntung ketika anda berkunjung ke sana bisa menyaksikan upacara adat dan kesenian tradisional setempat. Misalnya pada Bulan September biasanya digelar upacara adat Merti Bumi yang mana dalam rangkaiannya kita juga bsia melihat pagelaran wayang dan kirab.

Anda juga bisa berkunjung ketika sedang panen raya karena upacara Wiwitan biasa digelar mendekati musim panen padi.

Jika anda berasal dari luar kota jangan khawatir karena pengelola sudah menyediakan banyak homestay dengan suasana yang khas pedesaan dengan harga yang dijamin tidak akan menguras kantong anda.

Homestay di sini memakai sistem live in sehingga pengunjung akan tinggal di rumah-rumah penduduk dan bisa berinteraksi lebih dekat dengan penduduk setempat.

Asal Usul dan Sejarah

Desa Wisata ini justru berawal dari kehadiran burung-burung kuntul yang meresahkan warga karena dianggap hama, siapa sangka kini desa ini menjadi salah satu desa wisata unggulan di daerah Sleman.

Desa Wisata Ketingan inilah yang hingga saat ini terkenal dengan desa wisata Burung Kuntul (Bangau).

Pada awalnya warga Ketingan khawatir akan keberadaan kawanan burung yang bermigrasi ke desa mereka pada saat memasuki musim kawin tepatnya saat musim penghujan tiba.

Warga khawatir burung-burung ini akan mengganggu tanaman padi dan melinjo yang menjadi sumner utama penghasilan mereka. Beberapa warga pun mencoba mengusir kawanan burung ini.

Namun alih-alih pergi, justru mereka berkembang biak dan populasinya semakin banyak. Akhirnya warga pun membiarkan kawanan burung ini, bahkan kini desa ini menjadi dusun konservasi burung kuntul di Yogyakarta.

Artotel Hotel Yogyakarta

Birdwatching atau mengamati burung menjadi aktivitas favorit bagi para wisatawan, terutama bagi mereka yang menyukai dunia binatang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved