Desa Wisata Gamplong

Desa Wisata ini menjadi salah satu desa wisata favorit di Kabupaten Sleman. Selain kerajinan ada potensi lain yakni studio alam

Instagram/@dw.tenungamplong
Pengrajin tenun tengah membuat tenun di Desa Wisata Gamplong. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, SLEMAN - Salah satu desa wisata yang kini sedang naik daun di Kabupaten Sleman adalah Desa Wisata Gamplong. Desa wisata ini dikenal sebagai sentra kerajinan tenun secara turun menurun sejak tahun 1950.

Lokasinya berada di Desa Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, DI Yogyakarta. Ketika berkunjung ke sini pengunjung tak hanya bisa melihat kain-kain tenun yang halus dan cantik namun sekaligus melihat langsung proses produksi kain tenun.

Proses produksinya masih menggunakan alat tradisional. Hasil kain tenun yang paling populer adalah kain lurik yang biasa menjadi pakaian khas Yogyakarta dan stagen yaitu berupa kain panjang yang biasa digunakan untuk melilit bagian perut wanita.

Kerajinan Khas

Tak hanya itu saja, aneka kerajinan lain juga dapat ditemukan di sini. Antara lain tas, tikar, dompet, dan aksesoris lain yang telah memiliki kualitas ekspor.

Produk-produk tersebut merupakan buah dari kreativitas warga desa memanfaatkan aneka bahan dari alam seperti lidi, eceng gondok, hingga akar wangi menjadi barang yang memiliki nilai guna lebih.

Potensi Desa Wisata Gamplong memang luar biasa jadi tidak heran jika desa wisata ini akan dipadati pengunjung khususnya pada saat akhir pekan atau liburan panjang. Anda juga bisa membeli hasil tenun dan hasil kerajinan lain di toko-toko yang tersedia di sini.

Artotel Hotel Yogyakarta

Wisatawan tengah berfoto dengan latar bangunan di Studio Alam Gamplong.
Wisatawan tengah berfoto dengan latar bangunan di Studio Alam Gamplong. (Instagram/@el.lia_)

Wisata Favorit

Daya tarik Desa Wisata Gamplong tak hanya terbatas pada kerajinan tenun saja. Desa ini memiliki spot menarik yang biasa disebut dengan Studio Alam Gamplong.

Spot ini jadi semakin populer setelah digunakan untuk syuting beberapa film terkenal. Banyak pengunjung yang berdatangan khususnya anak-anak muda untuk berburu foto yang instagenic.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved