Gerakan BISA, Bukti Dukungan Badan Otorita Borobudur Terhadap Destinasi Wisata di DIY

Langkah ini bentuk dukungan dan apresiasi terhadap para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di DIY

Ist
Badan Otorita Borobudur memberikan dukungan dan fasilitas terhadap destinasi wisata DIY dengan Gerakan Bisa di delapan destinasi wisata, Sabtu (25/7/2020). 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di DIY, Badan Otorita Borobudur (BOB) menginisiasi Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman).

Dalam pelaksanaan gerakan ini, sedikitnya delapan destinasi wisata yang ada di DIY menjadi sasaran dengan pemberian bantuan berupa fasilitas posko kesehatan beserta kelengkapannya dan peralatan kebersihan antara lain sapu, serok, tempat sampah dan lainnya.

Badan Otorita Borobudur (BOB) berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah serta Dinas Pariwisata Provinsi DIY.

Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Utama BOB Indah Juanita kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul dan disaksikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Instimewa Yogyakarta.

“Gerakan BISA dilakukan guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif paska pandemi Covid-19,” tutur Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Indah Juanita, Sabtu (25/7/2020).

Selain itu, gerakan BISA bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan bahwa destinasi wisata Yogyakarta kembali aman untuk dikunjungi.

Gerakan BISA merupakan program padat karya dari Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) yang mengikutsertakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan destinasi pariwisata untuk menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri memberikan efek besar pada seluruh rantai nilai pariwisata. Dipastikan tren pariwisata dunia pun berubah seiring isu kesehatan, kebersihan serta keamanan dan keselamatan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan. Maka penting bagi seluruh stakeholder pariwisata menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” paparnya.

Gerakan BISA di DIY tersebar di delapan titik destinasi pariwisata, yang terdiri dari Sungai Mudal, Pule Payung di Kabupaten Kulon Progo. Kabupaten Gunungkidul di Pantai Krakal, Telaga Jonge, Pantai Sepanjang, Embung Senja. Adapun di Kabupaten Sleman di Geosite Ngingrong dan Bukit Teletubies.

"Kedepan BOB juga berencana untuk berkolaborasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan Gerakan BISA di Destinasi wisata Jawa Tengah khususnya sekitar Candi Borobudur," ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menambahkan dalam menjalankan program BISA, pihaknya menggandeng Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota dan memberdayakan pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang terdampak ekonominya selama pandemi.

Jika Sudah Dibuka, Pengunjung Candi Borobudur dan Prambanan Bakal Dibatasi

Pembukaan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Tunggu Rekomendasi

Kegiatan tersebut meliputi pengecatan, penanaman tanaman hias, penyediaan tempat sampah, serta alat kebersihan di destinasi.

“Pemerintah Provinsi DIY memang telah membuka sektor pariwisata secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat. Pembukaan sektor pariwisata ini harus dilaksanakan dengan bertanggung jawab dan mengutamakan kesehatan, kebersihan, keselamatan dan keamanan,” tandas Singgih.

Selain Gerakan BISA, BOB disebutkan juga telah menyiapkan program pemulihan destinasi melalui kegiatan Sosialisasi serta pendampingan protokol kesehatan era adaptasi kebiasaan baru sektor Parekraf.

Kegiatan ini nantinya akan dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM melalui workshop dan pendampingan konten digital yang tujuannya untuk membangkitkan semangat optimisme bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Jateng dan DIY.

Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved