Taman Wijaya Brata

Taman ini dibangun atas prakarsa Ketua Umum Majelis Luhur Tamansiswa menunaikan keinginan tersirat Ki Hajar Dewantara

Dok BPCB DIY
Pintu utama Taman Wijaya Brata di Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYAKARTA - Taman Wijaya Brata merupakan tempat dimakamkannya Ki Hajar Dewantara beserta istrinya, Nyi Hajar Dewantara.

Taman Wijaya Brata dibangun atas prakarsa Ketua Umum Majelis Luhur Tamansiswa dalam sidang Rapat Besar Umum (Kongres) Tamansiswa, Ki Soedarminto pada 1952.

Ketika itu Ki Soedarminto menangkap maksud dari Ki Hajar Dewantara yang berkeinginan memiliki tempat peristirahatan, meski keinginan tersebut tidak disampaikannya secara langsung.

Taman Wijaya Brata berlokasi di Jalan Soga Nomor 25 Celeban, Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Makna

Taman Wijaya Brata mengandung makna sebagai tempat “pasarean langgeng” atau persemayaman abadi bagi para pejuang yang telah menunjukan kejayaan atau “wijaya”.

Memperoleh kemenangan setelah melampaui masa penderitaan, keprihatinan, “tapa brata” berjuang melawan penjajahan untuk mencapai kemerdekaan.

Pembangunan Taman Wijaya Brata dimulai pada 1959. Saat peringatan 1000 hari wafatnya Ki Hajar Dewantara tanggal 30 Januari 1962, dilakukan upacara peletakan batu nisan di makam.

Akhirnya tahun 1963 diresmikan. Peresmian Taman Wijaya Brata ditandai dengan candra sengkala “Rinaras Trus Basukining Wiji” artinya suasana harmonis menciptakan generasi baru yang hidup dalam suasana sejahtera atau bahagia.

Ki Hajar Dewantara wafat pada 26 April 1959 dan Nyi Hajar Dewantara wafat pada 16 April 1971. Keduanya dimakamkan di Taman Wijaya Brata.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Setya Nugraha
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved